detikberau.com, Tanjung Redeb – Anggota DPRD Berau, Abdul Waris mendorong agar generasi muda di Bumi Batiwakkal mulai melirik sektor pertanian sebagai wadah pengembangan diri ditengah ancaman lesunya sektor pertambangan. Ia melihat jika minat dari usia produktif masih tergolong rendah.

Kondisi tersebut, menyebabkan berbagai kecamatan di Kabupaten Berau diakui mengalami krisis petani muda, angka dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Sensus Pertanian 2023 (ST2023)  menyebut, jika keberadaan petani dengan rentan usia 19-39 di Berau saat ini masih sebanyak 9.789 orang.

Padahal kata Waris, bidang usaha di sektor non pertambangan itu kian menjanjikan untuk dikembangkan di masa depan. Tidak lagi dengan cara tradisional melainkan lebih modern di Tengan perkembangan teknologi.

“Sektor pertanian seperti kita tahu potensinya sangat besar dalam mendukung ketahanan pangan, serta bisa bermanfaat dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Waris menekankan, agar pemuda perlu merubah stigma jika pertanian adalah pekerjaan yang hanya dilakukan oleh orang tua lanjut usia. Padahal saat ini, di tengah perkembangan zaman, cara bertani sudah didukung berbagai inovasi yang telah menyesuaikan era digitalisasi.

Berbagai contohnya, mulai dari pemanfaatan alat modern, sistem irigasi digital, pemasaran hasil panen melalui melalaui berbagai platform yang sasarannya adalah generasi milenial hingga gen Z.

“Para pemuda di Berau perlu mulai belajar mendalami di sektor pertanian, karena kalau bisa dilihat sekarang para petani sudah tua-tua, bisa krisis generasi kalau tidak ada penerusnya,” jelasnya.

Berkecimpung di Komisi I sebagai mitra pemerintahan, legislator Demokrat ini juga mengimbau agar instansi terkait juga tidak hanya berfokus pada bantuan alat mesin pertanian, melainkan juga pelatihan hingga akses permodalan.

Setelah itu dapat direalisasikan, maka ia percaya sektor pertanian di Berau bisa berkembang lebih maju dan menjadi sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang menjanjikan di masa depan.

“Pemuda yang hendak terjun ke sektor ini tentu harus punya bekal pengetahuan dan modal jadi kedua hal ini perlu didukung oleh pemda, sehingga mereka bisa belajar dan menjadi agen perubahan di sektor pertanian Berau,” tandasnya. (*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *