detikberau.com, Tanjung Redeb – Perum Bulog Kantor Cabang Berau memastikan ketersediaan komoditas pangan utama, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi yang sangat aman jelang Idul Adha yang akan datang.

Langkah antisipasi dan penguatan pasokan terus dilakukan oleh Bulog guna menjaga stabilitas harga di pasar tradisional.

Upaya ini sekaligus bertujuan untuk meredam potensi lonjakan permintaan yang kerap terjadi menjelang hari-hari besar keagamaan akibat kepanikan konsumen.

Kepala Bulog Cabang Berau, Denny Hart Indriantoro, mengungkapkan, bahwa permintaan masyarakat terhadap komoditas pangan memang kerap berubah, Menurutnya, komoditas minyak goreng saat ini menjadi salah satu produk yang paling banyak diburu oleh warga lokal karena sempat mengalami sedikit kelangkaan di pasar ritel.

Meski demikian, pihak Bulog meminta masyarakat untuk tidak panik maupun melakukan aksi borong (panic buying) secara berlebihan. Denny menegaskan bahwa cadangan minyak goreng yang dikelola oleh instansinya saat ini masih sangat melimpah dan siap disalurkan kapan saja ke masyarakat.

“Tapi tenang, untuk minyak ketahanan stok kami bisa sampai mencapai 3 bulan, itu aman. Untuk beras, selama setahun setengah aman untuk wilayah Berau,” ujar Denny.

Menanggapi jaminan tersebut, Anggota DPRD Berau, Sakirman, menyikapi, atas kesiapan stok yang dimiliki oleh Bulog. Ia mengingatkan, bahwa ketersediaan barang di gudang tidak akan berdampak positif jika rantai distribusinya di lapangan mengalami sumbatan atau penimbunan oleh oknum nakal.

“Kami mengapresiasi kinerja Bulog yang berhasil mengamankan stok. Namun, yang paling krusial adalah bagaimana barang ini sampai ke tangan masyarakat dengan harga yang sesuai. Jangan sampai ada permainan di tingkat spekulan,” tegasnya.

Sakirman juga mengimbau, dinas terkait bersama aparat penegak hukum memperketat pengawasan di pasar-pasar tradisional. Menurutnya, pemantauan berkala penting untuk mendeteksi apabila ada pihak yang sengaja memanfaatkan momentum hari raya untuk menaikkan harga secara tidak wajar.

“Harapannya masyarakat tidak risau dengan kebutuhan pokok jelang Idul Adha, untuk pihak Bulog dan pemerintah juga perlu ikut melakukan intervensi pasar agar harga-harga yang beredar tidak terlalui tinggi, dan stoknya tidak langka,” tandasnya. (inm/ADV)