detikberau.com, Tanjung Redeb – Dua hari pasca libur panjang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Berau sudah mulai aktif membuka pelayanan publik, terkait pengurusan berbagai administrasi kependudukan (adminduk).
Pelayanan serupa, diakui Kepala Disdukcapil, David Pamuji telah berlangsung sebelum memasuki cuti bersama pada H-2 lebaran (17-18 Maret 2026). Pihaknya tetap membuka layanan walaupun oleh Pemerintah Kabupaten Berau telah memberi kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau kerja jarak jauh, dimana saja.
Di periode tersebut, kata dia, pegawai diberlakukan sistem piket. Sebagian ada yang bekerja secara langsung di kantor dan sebagian lain bekerja dari rumah. Itu dilakukan karena, sebagian prosedur pengurusan berkas harus dikerjakan secara langsung.
“Tetap harus ada yang berhadapan langsung dengan masyarakat, khususnya di lantai dua, seperti pencetakan, konsultasi, perekaman dan lain sebagainya,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Selanjutnya di periode cuti bersama dari tanggal, 19-24 Maret 2026, seluruh layanan tutup, baik melalui dalam jaringan (daring) ataupun manual. Hanya saja, di tanggal tersebut, petugas IT tetap menghidupkan koneksi sistem dan server, agar tidak terjadi kendala ketika digunakan kembali.
“Meski status kerja saat ini, dari tanggal 25 hingga 27 Maret masih WFA, kita sudah aktif membuka layanan kembali, dimana tim yang mendapat piket sebelum cuti lebaran itu kami tugaskan,” ujarnya.
Ditegaskan David, jika penerapan piket tersebut masih berlaku untuk tim teknis. Sementara untuk Kepala Bidang hingga Kepala Dinas sudah aktif kerja di kantor. Unsur pimpinan tersebut, menurutnya wajib hadir langsung untuk melakukan monitoring, pendampingan dan evaluasi seluruh petugas di lapangan.
Di hari kedua ngantor saat ini, terpantau layanan yang paling banyak diterima berupa perekaman e-KTP, surat pengantar bagi pencalonan kepala kampung dan legalisir berkas.
“Alhamdulillah, untuk tingkat peminat sudah mulai banyak sekarang, dibanding pada periode sebelum cuti bersama lebaran, mungkin karena keluarga yang sebelumnya merantau baru sempat mengurus administrasi kependudukannya, seperti dari kalangan mahasiswa,” tandasnya. (inm/*tim)
