detikberau.com, Tanjung Redeb – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, secara resmi mengukuhkan 119 pejabat administrator dan pengawas baru di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau. Langkah ini diambil sebagai strategi penyegaran birokrasi guna memastikan roda pemerintahan berjalan lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai lini.
Sebanyak 53 pejabat administrator dan 66 pejabat pengawas kini mengemban tanggung jawab baru untuk memperkuat kinerja organisasi. Dalam prosesi tersebut, Bupati menegaskan bahwa setiap nama yang terpilih telah melewati proses kurasi kompetensi yang ketat dan objektif, sesuai dengan kapasitas masing-masing individu.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Berau, saya mengucapkan selamat kepada 119 pejabat yang dilantik hari ini. Amanah ini harus dijalankan dengan profesionalitas, tanggung jawab, fokus, dedikasi, loyalitas, dan akuntabilitas,” ujar Sri Juniarsih dengan tegas.
Satu hal yang menjadi sorotan utama dalam pelantikan ini adalah komitmen Bupati untuk menghapus praktik nepotisme dalam pengisian jabatan. Ia menjamin bahwa promosi maupun mutasi yang terjadi saat ini murni berdasarkan rekam jejak dan kebutuhan instansi, bukan atas dasar kedekatan personal atau politik.
“Saat ini tidak ada lagi jabatan berdasarkan titipan keluarga, tim sukses, atau pihak tertentu. Semua melalui mekanisme yang jelas dan berdasarkan kompetensi serta kebutuhan organisasi,” tegasnya.
Bupati juga memberikan perumpamaan menarik mengenai posisi ASN di mata publik yang kian transparan. Ia mengingatkan bahwa ruang privasi dalam bekerja kini semakin sempit karena masyarakat memiliki kanal yang luas untuk mengawasi dan mengkritik setiap kebijakan yang diambil.
“Kita ini seperti ikan di dalam akuarium. Dari jauh masyarakat bisa melihat bagaimana kinerja kita. Ketika kita tidak bekerja secara maksimal atau bekerja asal-asalan, masyarakat tentu akan menilai dan menyampaikan kritiknya,” tambah Sri Juniarsih.
Meskipun daerah tengah dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran, Bupati meminta para pejabat baru tidak patah arang. Ia menuntut adanya inovasi dan efektivitas kerja agar keterbatasan dana tidak berimbas pada menurunnya kualitas layanan yang diterima oleh warga Berau.
Selain urusan teknis pekerjaan, sisi moralitas dan integritas juga menjadi pesan mendalam dalam pelantikan tersebut. Sri mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan di bawah kitab suci memiliki konsekuensi spiritual yang jauh melampaui urusan administratif di dunia.
“Sumpah jabatan ini sangat sakral. Bukan hanya disaksikan oleh kita semua yang hadir di sini, tetapi juga dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tuturnya.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pejabat untuk menanggalkan ego sektoral dan mulai membangun kolaborasi yang kuat antar instansi. Baginya, keberhasilan pembangunan Berau hanya bisa dicapai jika seluruh aparatur mampu melebur menjadi satu kekuatan yang solid tanpa harus menonjolkan diri sendiri.
“Kita bukan superman atau superwoman, tetapi kita adalah super team. Bekerjalah dalam diam, tetapi tunjukkan hasil yang berkualitas untuk masyarakat Berau,” pungkasnya menutup sambutan pelantikan tersebut. (inm)
