detikberau.com, Gunung Tabur – Sekolah lapang yang merupakan program berkala oleh PT Berau Coal kembali digelar di Kampung Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur. Pelaksanaan yang berlangsung pada 8-9 April tersebut melibatkan setidaknya 18 petani kakao pemula.
Belasan petani tersebut, berasal dari berbagai wilayah di sekitar lingkar tambang, meliputi Maluang, Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Bulungan, Sambakungan, Gunung Tabur, Rinding, Melati Jaya, Bedungun, hingga Samburakat.
Community Base Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menyampaikan, bahwa program yang digelar pihaknya tersebut berlangsung secara konsisten setiap tahun untuk memberdayakan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Terutama dalam menghadapi masa pascatambang. Dimana hal itu, sejalan dengan pengembangan komoditas unggulan yang tengah didorong oleh Pemerintah Kabupaten Berau.
“Ini upaya perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi dan mendorong sektor perkebunan kakao menjadi sektor penopang ekonomi masa depan Kabupaten Berau ,” ujarnya.
Sekolah Lapang Budidaya Kakao merupakan bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal di bidang ekonomi.
Tak hanya menyasar petani pemula, pihaknya juga memberi kesempatan bagi petani eksisting melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), atau praktik pertanian yang baik dan benar. Dengan maksud meningkatkan efisiensi usaha serta menghasilkan kakao berkualitas dengan produktivitas optimal.

Selain pembekalan teori dan praktik di lapangan, perusahaan juga memberikan dukungan sarana produksi, mulai dari bibit kakao bersertifikat, pupuk, kompos, dolomit, hingga tanaman penaung.
Pelaksanaan program ini turut melibatkan SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan), sebuah inisiatif Pemerintah Kabupaten Berau.
“Peranannya yaitu, mengidentifikasi serta mengarahkan petani baru maupun petani eksisting untuk bergabung dalam program pengembangan kakao, sekaligus melakukan pendampingan dan pengawasan di lapangan,” sambung Reza.
Kaur Umum Kampung Samburakat, Rina Susilowaty, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai dukungan yang diberikan sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha pertanian kakao.
“Harapannya, bapak dan ibu dapat memaksimalkan pelatihan ini, karena ini adalah kesempatan yang sangat baik,” tuturnya.
Salah seorang peserta, Hartati mengaku, kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan pengetahuan sebagai petani kakao pemula. Ia menilai metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik membuat materi lebih mudah dipahami.
“Kegiatannya sangat membantu, karena hari pertama teori dan hari kedua langsung praktik, jadi lebih mudah dipahami,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sumber Daya Perkebunan, Heni Risnawati, yang hadir mewakili Kepala Dinas Perkebunan, turut memberikan motivasi kepada para petani. Ia menyoroti potensi kakao Berau yang telah masuk dalam jajaran 10 cokelat terbaik di Indonesia dan diminati pasar internasional.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan PT Berau Coal, mulai dari tahap budidaya, pengendalian, hingga panen, menjadi peluang besar bagi petani untuk berkembang secara berkelanjutan.
“Pendampingan ini adalah kesempatan besar. Harapan kami, semangat bapak dan ibu tetap terjaga dari awal hingga akhir,” pungkasnya. (*tim/ADV)
