detikberau.com, Tanjung Redeb – Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I Berau menyerahkan bekantan hasil evakuasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) ke pusat rehabilitasi satwa di Long Sam, Kampung Merasa, Kecamatan Kelay.

Bekantan tersebut, pada, Minggu (19/4/2026) sore, ditangkap oleh petugas Disdamkarmat lantaran diduga masuk ke permukiman warga di Jalan H.Isa II, Tanjung Redeb.

Kepala SKW I Berau, Yulian Sadono menyebut, dari hasil pemeriksaan pihaknya, primata endemik Kalimantan itu, berjenis kelamin jantan. Dari hasil observasi sementara, satwa tersebut dalam keadaan sehat.

“Satwa itu dari hasil peninjauan tim kami dalam keadaan sehat, namun sifat alaminya tidak terlalu kelihatan karena perilakunya sedikit jinak,” jelas Yulian, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, Yulian belum dapat menyimpulkan, terkait bagaimana caranya satwa dengan nama latin Nasalis larvatus itu, sampai masuk ke permukiman di tengah kota yang berada jauh dari habitat alaminya.

Sebab kata dia, bekantan merupakan primata yang hidup di hutan dekat dengan rawa atau sungai. Untuk di Berau, habitat terbanyaknya berada di Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur.

“Dari kacamata kami, satwa tersebut bisa saja datang dari hutan di belakang rumah warga, atau bisa juga diduga merupakan peliharan warga yang lepas, mengingat sifatnya yang tidak terlalu buas,” jelasnya.

Di pusat rehabilitasi, bekantan itu akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter hewan setempat. Mengenai kondisi fisik dan tingkah lakunya.

“Apabila ternyata hasil pemeriksaan baik-baik saja maka bisa langsung dileparliarkan ke habitatnya, jika tidak, maka akan disekolahkan terlebih dulu, dilakukan pengobatan dan diajari cara mencari makan,” tandasnya. (*tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *