detikberau.com, Tanjung Redeb – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Tanjung Redeb menjadi titik terakhir Safari Ramadan yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara).
Sebelum menginjakkan kaki di Bumi Batiwakkal, rombongan itu terlebih dulu singgah di Lapas Kelas II B Nunukan dan Lapas Kelas II A Tarakan di Kalimantan Utara.
Agenda silahturahmi di jajaran petugas Kemenkumham itu berlangsung, Senin (9/3/2026) malam. Dipimpin langsung, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kaltimtara, Endang Lintang Hardiman yang diiringi berbagai kegiatan keagamaan.
Menurutnya, safari Ramadan tersebut, bukan sekadar acara formal, lebih dari itu adalah momentum tatap muka dan bercengkrama sesama petugas khususnya di lingkungan Kanwil Kalimtara.
Serta, sebagai sarana untuk berbagi informasi mengenai segala kegiatan yang dilaksanakan jajaran Rutan dan Lapas untuk warga binaan selama bulan suci Ramadan.
“Melalui Safari Ramadan ini, kami ingin memperkuat silaturahmi antara Kanwil dengan jajaran UPT dan warga binaan di seluruh wilayah Kaltimtara, kunjungan ini bertujuan memantau langsung efektivitas program pembinaan selama bulan suci” ujar Endang.
Menurutnya, Rutan Tanjung Redeb sejatinya telah mampu mencapai berbagai program yang sudah dianjurkan dan dinilainya berjalan sangat baik dan melampaui ekspektasi. Salah satu yang mencuri perhatian, adalah prestasi spiritual para penghuni rutan.
Untuk di Rutan Tanjung Redeb sendiri, diketahui terdapat tiga orang warga binaan yang sudah menjadi Hafidz Qur’an.
“Kami melihat ada tiga orang warga binaan yang sudah hafal Al-Qur’an. Ini menunjukkan pembinaan kepribadian di Rutan Tanjung Redeb berjalan dengan baik, program buka puasa bersama keluarga juga sudah berjalan dengan baik,” ungkap Endang.
Endang menilai kebijakan ini sangat istimewa karena memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menjaga ikatan batin dengan orang-orang tercinta. Sesuatu yang tidak selalu bisa diterapkan di setiap lapas atau rutan.
“Tidak semua lapas atau rutan dapat melaksanakan kegiatan berbuka bersama keluarga. Karena biasanya, petugas juga memiliki kesibukan di bulan Ramadan,” tambahnya.
Melalui berbagai kegiatan sosial seperti penyaluran bantuan ke panti asuhan, Endang berharap stigma masyarakat terhadap rutan bisa berubah.
Ia menegaskan, lapas dan rutan adalah tempat bagi seseorang untuk berproses menjadi pribadi yang lebih bermanfaat saat kembali ke masyarakat kelak.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana, menegaskan komitmennya dalam menjalankan 15 program akselerasi Menteri Hukum dan HAM. Salah satu inovasi unggulan yang diterapkan adalah pengoperasian “Dapur Sehat” guna menjamin standar gizi dan kebersihan makanan bagi seluruh warga binaan.
“Dapur sehat ini merupakan upaya kami memastikan pemberian makanan bagi warga binaan berjalan sesuai standar,” jelas Rian.
Di sisi lain, Rutan Tanjung Redeb tetap memperketat pengawasan untuk mencegah peredaran narkoba dan penggunaan alat komunikasi ilegal. Pendekatan keamanan ini berjalan beriringan dengan program pendidikan formal melalui jalur Paket A, B, dan C agar para warga binaan memiliki bekal intelektual yang cukup.
“Kami berupaya menyeimbangkan pendekatan keamanan dengan pembinaan agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat,” pungkasnya. (*tim)
