detikberau.com, Tanjung Redeb – Laporan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Berau Tahun 2025 secara resmi telah dibaca dan diserahkan oleh Wakil Bupati Gamalis kepada lembaga legislative akhir Maret 2026 lalu.
Pasca dari itu, Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menyampaikan, akan segera melakukan eveluasi secara menyeluruh lembar demi lembar dokumen tersebut. Langkah yang diambil, adalah menggandeng pihak akademisi dari Universitas Mulawarman.
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyampaikan, jika kajian akademik diperlukan untuk memperkuat analisis terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah dalam satu tahun terakhir, dan perbedaannya dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dari hasil pandangan ilmiah itu nanti akan melahirkan suatu kesimpulan yang akan menjadi pelengkap bagi kami di DPRD melakukan evaluasi internal,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Hasil pandangan akademik tersebut, akan disinkronkan dengan hasil yang didapat di masing-masing Komisi dengan mitra kerjanya. Guna membahas secara rinci capaian program dan kegiatan sepanjang tahun 2025. Proses tersebut dilakukan guna memastikan setiap sektor mendapat penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sebagai pimpinan dewan ia berjanji akan menyelesaikan seluruh tahapan tersebut dalam jangka waktu sepekan. Setelahnya, pihaknya segera menyusun rekomendasi resmi untuk disampaikan kepada pemerintah daerah.
“Semua masukan, baik dari akademisi maupun komisi, akan kami rangkum menjadi rekomendasi,” jelasnya.
Tak ingin ada yang ditutupi, dirinya berjanji akan membawa hasil evaluasi tersebut secara terbuka ke rapat paripurna. Sehingga masyarakat megetahui, apa saja yang menjadi catatan dari DPRD sebagai perbaikan kinerja setiap OPD ke depan.
Dalam kajian awal yang disampaikan pihak akademisi, sejumlah sektor strategis menjadi sorotan, di antaranya pendidikan, pariwisata, dan infrastruktur. Dedy menyinggung bahwa sektor pendidikan harus memenuhi alokasi minimal 20 persen sebagaimana ketentuan yang berlaku.
“Ini masih presentasi awal dari akademisi. Aspek penting seperti pendidikan, pariwisata, dan infrastruktur menjadi fokus. Nanti hasil penelitian dari Unmul akan memperkuat rekomendasi kami,” pungkasnya. (*tim/ADV)
