detikberau.com, Tanjung Redeb – Seminggu jelang Idul Adha 1447 Hijriah penjualan sapi kurban di Kabupaten Berau terpantau landai. Pedagang menyebut, hal itu diduga akibat harga yang kini melonjak dari beberapa tahun belakangan.

Selain ongkos kirim yang menjadi pemicu, faktor pakan dan Bahan Bakar Minyak (BBM) ditengarai juga menjadi penyebab melambungnya harga sapi kurban, kenaikannya pun diakui hingga 20 persen.

Seperti yang diungkap salah satu pedagang sapi di Tanjung Redeb, Asriansyah. Dirinya menyebut, hewan kurban yang ia datangkan dari Sulawesi rata-rata naik Rp10 juta dari harga sebelumnya untuk semua jenis.

“Untuk sapi-sapi yang saya jual ini semuanya berasal dari Sulawesi,” sebutnya.

Ia menjabarkan, dari yang termurah. Seperti jenis sapi Bali, yang naik menjadi 30 juta, dari harga normal Rp20 juta. Begitu pula, dengan jenis sapi Donggala dari harga Rp30 juta menjadi Rp40 juta.

Berikutnya, jenis Limousin yang menyentuh harga Rp50 juta, sebelumnya harga dipatok cuma Rp40 juta.

Meski mengalami kenaikan harga, Asriansyah tetap kukuh untuk menjajakan sapi kurban. Meski jumlah penjualan dibatasi hanya 50 ekor setiap tahun.

“Terkait pembelian Alhamdulillah ada saja orang datang, bahkan sudah ada sekitar 29 ekor yang dipesan untuk persiapan Idul Adha mendatang,” tandasnya. (*tim)