Oleh: Sainuddin (Mahasiswa Magister Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
Pasangan calon petahana Sri Juniarsih Mas dan Gamalis resmi mendaftar sebagai peserta dalam pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Berau 2024. Pendaftaran itu berlangsung pada, Rabu (28/08/2024).
Keputusannya untuk maju kembali didasarkan melanjutkan program-program Pembangunan yang telah dirintis. Pasangan dengan tagline Sragam ini pula sebelumnya telah menduduki kursi kepala daerah untuk periode 2019-2024.
Sejak dilantik 15 April 2025 Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan komitmennya untuk terus mendorong Pembangunan di berbagai sektor strategis. Pengembangkan potensi pariwisata menjadi fokus karena menjadi andalan daerah.
Serta mendorong proyek prioritas peningkatan akses jalan penghubung antar wilayah, seperti jalan Berau-Kutim yang sebelumnya telah menjadi perhatian Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Jalan ini dianggap vital untuk mendukung mobilitas wisatawan dan Masyarakat.
Sebagai daerah dengan surplus potensi sumber daya alam yang melimpah. Di sektor pertambangan dan perkebunan juga sektor pariwisata bahari Derawan dan Maratua. Menjadikan bukti bahwa kekayaan tersebut wajib dimaksimalkan.
Pemimpin Berau sudah seyogyanya memperhatikan serta menitikberatkan dalam kebijakan publik harus dalam koridor yang jelas. Dalam sektor Pendidikan, Kesehatan, pengembangan pariwisata, penyerapaan APBD serta pembangunan sirkuit, sebagaimana janji politik yang harus dientaskan dalam lima tahun.
Sektor Pendidikan Perlu Pemerataan Infrastruktur dan Penyelesaian Sistem Sosial di Masyarakat
Dalam sektor Pendidikan di Kabupaten Berau sampai hari ini masih jauh dalam pemerataan pembangunan. Seperti halnya di pedalaman Kelay hingga ke ujung pesisir yang masih jauh dari sarana dan prasarana yang memadai.
Komitmen dalam memberikan peluang yang sama bagi anak-anak Berau perlu dipertanyakan. Kesempatan untuk menempuh Pendidikan sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.
Penghujung 2025, Dinas Pendidikan Berau mencatat, sebanyak 4 ribu anak masuk dalam kategori Anak Tidak Sekolah (ATS). Ini menjadi di alarm bagi semua pihak bahwa ada tantangan besar yang haruus segera dibenahi dalam sistem sosial dan pendidikan di daerah ini.
Sehingga komitmen untuk memberikan pendidikan yang gratis dalam janji-janji politik dalam periode ke-dua wajib hukumnya diimplementasikan. Termasuk menuntaskan pengerjaan infrastruktur di wilayah-wilayah terpencil.
Kucuran Anggaran untuk Pembenahan Sektor Kesehatan Harus Sejalan dengan Pelayanan
Dalam sektor Kesehatan Pembangunan proyek Gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdul Rivai di Berau belakangan menjadi sorotan tajam. Proyek yang menelan anggaran hingga Rp 105 miliar tersebut dinilai tak wajar sebab tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang didapatkan masyarakat.
Salah satu contoh yang sering terjadi ialah terjadi antrean dan tidak maksimalnya pelayanan yang didapatkan Masyarakat terutama pasien.
BPJS. Ini menjadi teguran keras bagi manajemen dan Pemda.
Ditambah polemik Pembangunan RSUD Tanjung Redeb yang dinilai kontradiktif. Pasalnya, perizinan RSUD tersebut bertipe C sedangkan infrastruktur yang dibangun bertipe B. Itu menyesuaikan dengan porsi APBD sebesar RP 248 miliar lebih untuk pembangunan.
Ini menjadi kekhawatiran masyarakat jangan sampai pembangunan dengan menggunakan dana APBD Berau tersebut disalahgunakan.
Sektor Pariwisata Berau Sudah Menawan, Persoalan Sampah Kian Merusak Pemandangan
Sektor pariwisata sebagai penambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka perlu didukung dengan pembeahan fasilitas antara keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Pulau Derawan kian hari semakin memprihatinkan. Dampak akibat abrasi kian terasa. Bibir Pantai tiap tahun semakin berkurang. Akibatnya terjadi penyusutan terhadap pulau yang menjadi salah satu pilihan destinasi wisata Bahari.
Bergeser ke Maratua, pulau yang menjadi andalan bagi wisatawan luar negeri untuk menyelam karena keeksotisan pemandangan bawah lautnya. Bersampingan dengan Pulau Kakaban yang mempunyai ubur-ubur tidak menyengat menjadi nilai tambah dalam menarik baik wisatawan lokal, maupun mancanegera,
Menjadi titik keseriusan kita adalah permasalahan sampah dan air bersih. Pemerintah Kabupaten Berau harus memberikan solusi yang konkrit dan terukur untuk memberikan pelayanan yang memadai serta tetap memperhatikan masyarakat di ujung terluar Kabupaten Berau tersebut, tanpa terkecuali.
Kemudian janji Bupati dan Wakil Bupati Berau dalam Pembangunan sirkuit tentu dinantikan oleh seluruh pegiat, pelaku, serta penikmat daripada ajang olahraga tersebut.
Inipun dapat menjadi awal mula dari pembinaan bibit-bibit muda yang harapannya bisa diterbitkan oleh Kabupaten Berau. Sampai hari ini belum ada informasi yang jelas kapan dan bisa serta bagaimana desain ataupun penganggaran untuk pembangunan sirkuit balap motor tersebut.
Terakhir APBD Berau 3,42 triliun untuk tahun 2026 harus dapat dimaksimalakn serta memberikan impact yang nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan Masyarakat Bumi Batiwakkal. (*tim)
Editor: Tim detikberau.com
