detikberau.com, Tanjung Redeb – Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Pertanian dan Hortikultura (UPT BBPHA) Berau mempunyai pekerjaan rumah untuk mengurangi efek gagal panen akibat serangan hama bagi petani di persawahan.
Metode yang kini dirancang adalah, pengendalian hama dengan mengolah limbah galon plastik bekas untuk menciptakan lampu perangkap hama sederhana, berfungsi untuk mengontrol serangan hama di lahan persawahan.
Kepala UPT BBPHA, Adi Mulyo menjelaskan, sistem kerja dari perangkap tersebut adalah dengan memanfaatkan cahaya lampu untuk mengusir hama terutama wereng yang kerap menjadi pemicu padi petani kurang berkembang dengan baik.
Tak hanya mengusir, hama yang tertarik dengan cahaya juga akan terpancing dan masuk ke wadah galon sebagai perangkap.
“Inisiatif tersebut muncul dari ide rekan-rekan baik petani dan petugas balai untuk mencari solusi pengendalian hama yang lebih spesifik dan efisien,” katanya, Selasa (20/1/2026).
Dari metode sederhana itu, Adi menyebut, mampu mengidentifikasi jenis hama. Setelahnya, barulah upaya penanganan untuk mengurangi intensitas tersebut dengan menggunakan bahan kimia seperti herbisida.
Menurutnya, dengan mengidentifikasi lebih dulu, maka upaya penanganan bisa dilakukan lebih selektif dan tepat waktu. Tujuannya, agar mengurangi efek dari cairan kimia ke tanaman petani terhadap lingkungan serta menekan biaya operasional.
Konsep sederhana tersebut lebih lanjut akan dikembangkan dengan sosialisasi kepada para penyuluh pertanian. Pihak balai memastikan, bahwa arah pengembangan ke depan adalah memfasilitasi dan mengarahkan petani.
“Teknologi sederhana ini kita ingin dapat diterapkan secara luas, mendukung upaya pertanian berkelanjutan dan hemat biaya,” pungkasnya. (*tim)
