detikberau.com, Gunung Tabur – Pemerintah Kabupaten Berau memperluas program penjualan ikan murah sebagai upaya menekan inflasi, menjaga harga pangan, meningkatkan konsumsi ikan, sekaligus mendukung penanganan stunting.
Setelah Tanjung Redeb dan Sambaliung, program tersebut menyasar Kecamatan Gunung Tabur, Kamis (13/8/2026). Pemkab Berau menargetkan penjualan ikan murah dapat menjangkau seluruh 13 kecamatan secara bertahap.
Kepala Dinas Perikanan Berau Abdul Majid mengatakan, pelaksanaan sementara diprioritaskan di wilayah yang mudah dijangkau. Faktor jarak menjadi pertimbangan untuk menjaga kualitas ikan selama proses distribusi.
“Ya, kita ambil kecamatan terdekat dulu, karena yang mudah kita jangkau. Untuk kecamatan yang lebih jauh nanti kita koordinasikan dengan pihak kecamatan, termasuk kemungkinan dukungan operasional,” ujarnya.
Ia mengatakan, ikan dijual dengan harga yang tidak melebihi pasaran, bahkan diupayakan mendekati harga modal. Skema tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh ikan dengan harga terjangkau tanpa merugikan nelayan dan pelaku usaha.
“Paling baik kita ambil harga modal. Kita tidak menjual melebihi harga pasar. Jadi masyarakat mendapatkan harga yang lebih terjangkau, tetapi pengusaha perikanan maupun nelayan juga tidak dirugikan,” jelasnya.
Ketersediaan komoditas juga menyesuaikan musim. Saat angin selatan, beberapa jenis ikan yang banyak diminati seperti wayang dan lengkong belum tersedia.
“Kalau kondisi angin selatan, ikan wayang tidak ada, lengkong juga tidak ada. Ini memang tergantung musim,” katanya.
Di Gunung Tabur, penjualan ikan murah turut dipadukan dengan beras, minyak goreng, telur, serta produk UMKM lokal. Pemerintah kecamatan dan kampung juga mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan fasilitas seperti tenda, meja, dan kursi.
“Alhamdulillah, ini kerja sama yang bagus. Kami terbantu karena tenda, meja, kursi semuanya sudah disiapkan. Kami tinggal membawa komoditas ikannya,” ujar Majid.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengatakan, program tersebut merupakan kolaborasi Dinas Perikanan, Dinas Pangan, dan Diskoperindag untuk mengendalikan inflasi, menekan angka stunting, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaan di Gunung Tabur, pemerintah menyediakan sekitar dua ton ikan murah yang dipadukan dengan beras, sayur, telur lokal, dan produk UMKM. Antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi.
“Walaupun saat ini sedang angin selatan, ikan yang kita jual murah sekitar dua ton. Kemudian dikombinasikan dengan beras, sayur dan telur lokal, termasuk UMKM. Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa,” tuturnya.
Sri Juniarsih memastikan program tersebut akan dilanjutkan ke kecamatan lainnya hingga menjangkau seluruh 13 kecamatan di Berau.
“Ini sudah masuk kecamatan ketiga. Sebelumnya Tanjung Redeb dan Sambaliung, berikutnya akan kita lanjutkan ke kecamatan lainnya dan berputar di 13 kecamatan,” pungkasnya. (*tim/ADV)
