detikberau.com, Tanjung Redeb – Seragam putih yang dikenakan 35 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Berau tahun angkatan 2026 bukan sekadar pakaian upacara. Di baliknya ada latihan panjang, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang kini mereka emban.

Sabtu (15/8/2026), suasana di Balai Mufakat, Tanjung Redeb, menjadi saksi ketika para putra-putri pilihan tersebut resmi dikukuhkan Bupati Berau Sri Juniarsih.

Dua hari menjelang peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, mereka bersiap menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara tingkat Kabupaten Berau.

Bagi mereka, pengukuhan bukanlah garis akhir. Justru, prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya amanah yang telah dipersiapkan melalui rangkaian latihan selama kurang lebih satu bulan.

Di hadapan para anggota Paskibraka, Sri Juniarsih mengingatkan bahwa tugas mengibarkan bendera hanya berlangsung dalam hitungan menit. Namun, nilai yang menyertainya seharusnya melekat jauh lebih lama.

Ia meminta para anggota tidak memandang tugas tersebut sebatas seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi ruang untuk memahami kembali nilai perjuangan, Pancasila, serta semangat Proklamasi dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Nilai-nilai tersebut akan menjadi bekal untuk meneruskan tonggak kepemimpinan bangsa Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Bagi Sri Juniarsih, perjuangan seorang Paskibraka juga tidak berhenti ketika bendera telah dikibarkan dan upacara selesai. Justru setelah tugas itu usai, tantangan berikutnya dimulai: membawa semangat perjuangan ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Harus kita hayati, harus kita hargai dengan mengisi prestasi, mengukir kebaikan, serta menjadi teladan bagi rekan-rekan anak muda yang lain,” tambahnya.

Pesan itu menjadi pengingat bahwa predikat Paskibraka bukan hanya tentang barisan yang rapi atau langkah yang seragam. Ada nama keluarga dan daerah yang turut dibawa di dalamnya.

Karena itu, Sri Juniarsih meminta para anggota menjaga sikap dan nama baik diri sendiri, orang tua, maupun Kabupaten Berau. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk karakter.

“Kalian harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, dalam hal pelajaran, karakter, termasuk bersikap kepada yang lebih tua, teman, sesama, dan adik-adik kalian,” pesannya.

Selama sebulan menjalani latihan, berbagai pengalaman telah mereka lalui. Panas, lelah, disiplin waktu, hingga tuntutan untuk tetap berdiri tegap menjadi bagian dari proses yang kelak akan dikenang.

Kini, seluruh pengalaman itu tidak berhenti di lapangan latihan. Sri Juniarsih berharap nilai-nilai yang mereka dapatkan terus dibawa dalam perjalanan hidup masing-masing.

“Yang harus kalian bawa seumur hidup adalah pengalaman ketika mendapat amanah menjadi seorang Paskibraka,” tandasnya.

Sebentar lagi, 35 anggota Paskibraka Berau akan berdiri di hadapan masyarakat. Ketika Sang Merah Putih perlahan naik ke puncak tiang, tugas mereka mungkin hanya berlangsung beberapa menit.

Namun bagi 35 anak muda itu, momen tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan yang jauh lebih panjang—tentang disiplin, tanggung jawab, dan bagaimana sebuah amanah dijaga setelah upacara berakhir. (*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *