detikberau.com, Teluk Bayur – Setelah puluhan tahun mengandalkan jembatan kayu yang hanya bisa dilalui sepeda motor, warga Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, kini memiliki akses baru.
Jembatan Armco bernama Jembatan Perintis Garuda resmi dibangun jajaran Kodim 0902/Berau untuk memudahkan mobilitas masyarakat.
Selama ini, jembatan kayu menjadi akses utama warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisinya yang semakin lapuk membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas sehingga harus menggunakan jalur alternatif dengan waktu tempuh lebih panjang.
Keterbatasan akses itu juga dirasakan para petani. Jalur tersebut menjadi salah satu akses untuk membawa hasil panen, sehingga kondisi jembatan kerap menyulitkan mobilitas, terutama ketika harus mengangkut muatan dalam jumlah besar.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda dilakukan serentak dengan pembangunan infrastruktur serupa di sejumlah daerah di Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Selain pembangunan jembatan, program tersebut mencakup penyediaan sarana air bersih bagi masyarakat, khususnya di kampung-kampung yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar tersebut.
Dandim 0902/Berau Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris mengatakan, terdapat enam titik pembangunan infrastruktur di Kabupaten Berau.
Selain Labanan Makmur, pembangunan juga dilakukan di Kecamatan Segah dan Batu Putih masing-masing dua titik, serta satu titik di Kecamatan Sambaliung.
“Satu lagi di wilayah Kecamatan Sambaliung, yang tujuannya agar mempermudah akses masyarakat yang selama ini terkendala akses yang memadai,” ujarnya.
Faisal mengatakan, pembangunan jembatan di Labanan Makmur dilakukan karena akses lama sudah tidak lagi memadai. Berdasarkan laporan Babinsa setempat, masyarakat telah menggunakan jembatan kayu tersebut selama puluhan tahun.
Kondisinya membuat kendaraan roda empat harus mengambil jalur memutar. Kini, warga memiliki akses yang lebih aman dan nyaman sekaligus memangkas waktu perjalanan.
“Kondisi tersebut berlangsung sudah puluhan tahun. Sekarang masyarakat tidak lagi cemas karena akses yang ada kini bisa lebih aman dan nyaman, serta menghemat waktu,” jelasnya.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengapresiasi pembangunan tersebut. Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah bersama TNI dapat membantu mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses.
“Kami berharap infrastruktur yang ada saat ini bisa menjadi warisan yang diciptakan oleh lembaga TNI untuk masyarakat kampung yang selama ini memang terkendala akses,” ujarnya.
Manfaat jembatan baru itu turut dirasakan Sutrisno, warga Labanan Makmur. Ia mengatakan, jembatan kayu yang selama ini digunakan sudah lapuk dan rawan mengalami kerusakan ketika dilewati kendaraan bermuatan berat.
Kondisi tersebut juga menyulitkan warga yang bekerja sebagai petani karena hasil panen harus dibawa melewati jalur dengan akses terbatas.
“Alhamdulillah kini kami sudah bisa menikmati akses yang lebih baik daripada sebelumnya,” ujar Sutrisno.
Kini, Jembatan Perintis Garuda menjadi akses baru bagi warga Labanan Makmur. Bagi masyarakat setempat, jembatan tersebut bukan sekadar penghubung, tetapi juga membuka mobilitas yang selama bertahun-tahun terbatas. (*tim/ADV)
