detikberau.com, Tanjung Redeb – Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto mengajak, masyarakat agar jangan terlalu terbuai dengan lapangan pekerjaan di sektor pertambangan. Dirinya meminta, agar sektor tersebut tidak terus-terusan menjadi pilihan menempa karir.

Karena menurutnya, masih banyak sektor lain yang memiliki peluang kerja, seperti pertanian, perkebunan, ritel maupun sektor industri kreatif. Namun kenyataannya, sektor tersebut justru kesulitan mendapatkan tenaga kerja.

“Seperti missal perkebunan itu cari karyawan juga susah. Karena dianggap kurang menarik dibanding kerja di tambang. Padahal orang luar saja bisa kerja di kebun, masa orang lokal tidak mau,” terangnya, Jumat (13/3/2026).

Melihat potensi perkebunan yang kini semakin signifikan, politisi Golkar itu mengimbau, agar pemeliharaan lahan hingga pengembangan sektor hilirisasi bisa ditingkatkan, sebagai solusi jangka panjang membuka lapangan kerja baru.

Ia mencontohkan, potensi besar dari komoditas kelapa sawit di Berau. Setiap hari, ribuan ton minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), keluar daerah tanpa diolah lebih lanjut.

Menurutnya, jika Berau mampu membangun industri pengolahan sendiri, seperti pabrik minyak goreng atau produk turunan lainnya, maka ribuan tenaga kerja dapat terserap.

“Bayangkan saja, kalau CPO itu diolah di Berau menjadi minyak makan atau bahan baku lain, berapa ribu tenaga kerja yang bisa diserap. Bahkan bisa lebih besar dari sektor tambang,” jelasnya.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah serius mendorong hilirisasi industri agar perekonomian Berau memiliki sumber penggerak baru ketika sektor tambang mulai menurun.

“Kami di DPRD sudah sering menyampaikan dalam berbagai kesempatan bahwa hilirisasi sangat penting untuk masa depan Berau,” pungkasnya. (*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *