detikberau.com, Tanjung Redeb – Bupati Berau, Sri Juniarsih menekankan pentingnya efisiensi anggaran dan ketepatan sasaran program pembangunan dalam pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah dituntut untuk lebih jeli dalam menentukan skala prioritas guna menyelaraskan program daerah dengan target pembangunan nasional.

Bupati menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Berau berada dalam kondisi runyam, sehingga setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus bekerja ekstra cermat.

Program yang disusun tidak boleh hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi harus benar-benar menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat agar tidak memicu keluhan di kemudian hari.

“Saya mengimbau kepada seluruh Kepala OPD untuk lebih teliti menentukan program prioritas. Jangan sampai anggaran dikeluarkan untuk kegiatan yang tidak terlalu dibutuhkan, sementara persoalan mendasar seperti banjir masih dikeluhkan warga,” tegas Bupati dalam sambutannya, Selasa (7/4/2026).

Fokus utama pembangunan tahun 2027 diarahkan pada optimalisasi dana mandatori untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan belanja yang berfokus pada kinerja.

Pemerintah Kabupaten Berau juga berkomitmen memperkuat inovasi daerah serta menyelaraskan usulan aspirasi masyarakat dengan prioritas pembangunan Provinsi Kalimantan Timur.

Salah satu agenda krusial yang menjadi perhatian serius adalah penurunan angka stunting secara terintegrasi dan berkelanjutan. Bupati meminta adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan DPPK, DP3A, Dinas Kesehatan, hingga aparat di tingkat kecamatan dan kampung untuk menangani masalah ini secara langsung di lapangan.

“Kita harus jemput bola jika ada indikasi anak stunting. Saya minta Ketua Stunting dan para camat turun ke bawah, melihat langsung, dan berkomunikasi dengan masyarakat. Penanganan ini harus dimulai sejak pendampingan remaja putri dan seribu hari pertama kehidupan,” ujar Bupati.

Selain kesehatan, peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital juga menjadi sorotan utama. Bupati mengingatkan bahwa seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Berau adalah pelayan masyarakat yang harus siap merespons setiap harapan dan keluhan warga dengan cepat dan tepat.

Sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM juga masuk dalam prioritas pembangunan guna mengurangi angka pengangguran. Bupati menekankan pentingnya disiplin anggaran dan kalkulasi indikatif yang jelas agar setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Berau.

“Tentu kita harus cerdas melihat keunggulan daerah. Meski DBH mungkin berkurang, kita punya sumber daya alam dan potensi ekonomi kreatif yang bisa mengangkat UMKM kita agar lebih berdaya saing,” tambahnya.

Dalam hal infrastruktur, pemerintah fokus pada aksesibilitas menuju kawasan pariwisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan. Bupati menyoroti perbaikan jalan dan jembatan menuju objek wisata unggulan, seperti Labuan Cermin dan KSPN Kandoraan, sebagai langkah strategis menggerakkan ekonomi lokal.

Pihaknya juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mengawal program kerja strategis di Berau. Sinergi ini dianggap sangat penting mengingat masih banyak infrastruktur jalan provinsi yang memerlukan penanganan maksimal guna menunjang konektivitas antarwilayah.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen pemangku kepentingan untuk menjaga konsistensi kebijakan demi mewujudkan keadilan sosial. Ia berharap Musrenbang ini menghasilkan rencana kerja yang responsif dan mampu menjawab tantangan zaman demi kemajuan Kabupaten Berau di masa depan. (inm/*tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *