detikberau.com, Gunung Tabur – Suasana hangat dan penuh keakraban antara perusahaan, masyarakat dan pemerintah hadir dalam Safari Ramadan 1447 Hijriyah PT Berau Coal di Pendopo Gunung Tabur, Sabtu (7/3/2026).
Kecamatan ini, merupakan titik terakhir dilaksanakannnya kegiatan tersebut, setelah sebelumnya, agenda serupa berlangsung di empat lokasi di seputar lingkar tambang, mulai dari Sambaliung, Teluk Bayur, Segah dan Tanjung Redeb.
Mengutip tema yang diangkat, Bersinergi dan Bertumbuh Bersama Meraih Masa Depan Berkah yang Berkelanjutan, Camat Gunung Tabur, Luthfi Hidayat mengatakan, hal tersebut sesuai dengan komitmen pihak perusahaan dalam senantiasa berkolaborasi memajukan wilayah kecamatan yang ia pimpin.
Melalui sejumlah program yang telah dilaksanakan, baik dari bidang sosial seperti pemberdayaan masyarakat, pendidikan, hingga pengembangan sektor non tambang, seperti perkebunan dan pertanian.
“Tentu ke depan, kami selaku pemerintah maupun masyarakat ingin senantiasa terus bersinergi dan memberikan kontribusinya dalam pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Sebagai kecamatan yang menjadi binaan dalam pengembangan budidaya kakao di daerah. Sehingga potensi lokal yang ada tersebut, diakui Luthfi bisa menjadi sektor berkelanjutan setelah pasca tambang.
Menurutnya, kehadiran pihak swasta dapat menjadi penopang lain dalam mewujudkan berbagai program khususnya di kecamatan Gunung Tabur, diluar daripada sokongan bantuan anggaran dari pemerintah daerah.
“Dengan kondisi APBD daerah yang kerap pasang surut, tentunya dukungan dari pihak ketiga seperti halnya PT Berau Coal sangat kita butuhkan, untuk memastikan wilayah kerja kita bisa berkelanjutan dan berharap kepada kesejahteraan sosial yang lebih baik,” tandasnya.
General Manager Operation Support and Relations PT. Berau Coal, Cahyo Andrianto menceritakan, perjalanan perusahaan dalam melebarkan sayap di kecamatan tempat berdirinya Museum Batiwakkal, tentu memakan waktu cukup panjang.
Kata dia, Gunung Tabur beserta kelurahan dan 10 Kampung lainnya, mengajarkan perusahaan banyak hal. Tentang kebersamaan dan sinergi untuk menciptakan sinergi dan kebersamaan.
Fondasi yang kokoh tersebut, selanjutnya mampu menjadi tolak ukur dalam menciptakan berbagai program yang disebar di sejumlah kampung yang ada, dalam menghidupkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Sudah waktunya memang kita berbicara pasca tambang, perjalanan kita sudah panjang setelah puluhan tahun beroperasi, maka hari ini yang perlu kita songsong adalah bagaimana pada saatnya nanti pengalihan kawasan pasca tambang itu sudah siap menjadi penyangga sumber ekonomi baru,” kata Cahyo.
Selanjutnya, dalam kesempatan itu pula, ia membeberkan, mengenai pengembangan sumber daya manusia melalui usia-usia produktif di Kabupaten Berau, sebagai pilar pembangunan selanjutnya.
Melalui edukasi pemeliharaan perkebunan kakao maupun jalur lain yang juga diajarkan dalam bidang akademik di Politeknik Sinarmas.
“Generasi selanjutnya nantinya akan mewarnai kabupaten ini, karena seperti hidup semuanya pasti berregenerasi, sejauh ini yang kami siapkan adalah bagaimana generasi muda khususnya yang ada di Gunung Tabur mampu memiliki keterampilan dan daya saing,” jelasnya.
Sebagai penutup, diakhir kegiatan, perusahaan memberikan santunan berupa bantuan bibit perkebunan dan pertanian serta tali asih yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau, mitra kerja dan organisasi persatuan istri karyawan (Periska) kepada kaum dhuafa dan panti asuhan. (*tim/ADV)
