detikberau.com, Sangatta – Cabang Olahraga (Cabor) Kurash masih tergolong kurang populer di tengah masyarakat Bumi Batiwakkal. Meski demikian, para atlet cabor tersebut terus menunjukkan eksistensinya dengan menorehkan prestasi demi mengharumkan nama daerah.
Sekadar informasi, Kurash adalah gulat tradisional kuno dari Uzbekistan, sejenis olahraga bela diri yang berfokus pada teknik bantingan dengan mengait baju khusus (mirip judo).
Namun dalam gulat ini, tidak boleh menggunakan kuncian kaki atau bantingan bawah, dan tujuannya adalah menjatuhkan lawan dengan punggung menghadap matras untuk meraih kemenangan langsung atau nilai.
Dalam ajang Pra-Porprov yang digelar di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Cabor Kurash Berau berhasil mencatatkan hasil membanggakan.
Dari 11 atlet yang diturunkan, sebanyak delapan atlet sukses meraih medali perak dan perunggu. Hasil tersebut mengantarkan Kurash Berau menempati peringkat keempat umum sekaligus memastikan tiket lolos ke Porprov 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser.
Medali perak diraih oleh Anindita Pratiwi di kelas 48 kilogram. Sementara itu, medali perunggu masing-masing diraih oleh Dafa Febrian (kelas 55 kg), Feodoro Febriana (kelas 55 kg), Attalarieck Restu (kelas 60 kg), Azzahra Aurelia (kelas 63 kg), Putri Nur Aulia Azzahra (kelas 70 kg), Rhafa Deltana Zulfira (kelas 73 kg), serta Farel Kenzi Akbar (kelas 81 kg).
Ketua Cabor Kurash Berau, Zulkifliansyah, mengapresiasi capaian para atletnya. Ia menyebutkan, mayoritas atlet Kurash Berau masih berusia sangat muda dan memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi atlet andalan di masa depan.
“Atlet-atlet Kurash Berau yang kami bina rata-rata masih berusia 16–17 tahun. Dengan kemampuan yang mereka miliki saat ini, kami optimistis Kurash Berau memiliki atlet-atlet masa depan yang patut diandalkan,” ujarnya.
Keberhasilan lolos ke Porprov 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi para atlet dan ofisial. Kerja keras selama masa persiapan pun membuahkan hasil positif. Ke depan, pihaknya akan memaksimalkan persiapan guna menghadapi Porprov di Paser.
“Setelah ini persiapan akan kami tingkatkan. Kekurangan yang terlihat saat Pra-Porprov akan menjadi bahan evaluasi menjelang Porprov Paser tahun depan,” tambahnya.
Zulkifliansyah juga mengakui bahwa Cabor Kurash belum banyak dikenal masyarakat Berau. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya dalam membina atlet, meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana latihan.
“Kami berjalan apa adanya dengan keterbatasan fasilitas. Saya dan para atlet berharap ke depan ada dukungan berupa fasilitas dan perlengkapan latihan yang lebih memadai,” pungkasnya. (*tim)
