detikberau.com, Tanjung Redeb – Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said menegaskan, agar organisasi perangkat daerah (OPD) dapat melakukan penyesuaian berkaitan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah efisiensi anggaran.

Penekanan itu, dimaksudkannya, agar pengeluaran perjalanan dinas terutama yang menggunakan kendaraan roda empat, yang sebelumnya telah diefisiensi tidak terbuang percuma hanya untuk memenuhi ongkos BBM yang saat ini tengah melambung.

“Untuk BBM di masing-masing dinas itu sudah kita lakukan efisiensi kemarin, otomatis akan berdampak terhadap mobilisasi, terutama kendaraan diesel dengan bahan bakar dexlite, kalau yang pertamax saya rasa masih bisa disesuaikan,” jelasnya, ketika dijumpai, Selasa (21/4/2026).

Sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.  Terdapat penyesuaian harga BBM untuk berbagai jenis terkecuali yang subsidi seperti Pertalite.

Untuk zona Kaltim, Pertamax Turbo dibanderol Rp19.850 per-liter dari sebelumnya Rp13.350. Dexlite naik menjadi Rp24.150 per liter dari Rp14.500, sementara Pertamina Dex menyentuh Rp24.450 per liter dari sebelumnya Rp14.800. Di sisi lain, harga Pertamax (RON 92) tetap Rp12.600 per liter dan Pertamax Pertashop Rp12.500 per-liter.

“Untuk kendaraan lapangan yang saat ini memang terdampak, karena kemarin (anggaran) sudah dikurangi, kami harapkan itu bisa diefisiensi secara maksimal,” tegasnya.

Situasi yang cukup runyam tersebut, mengharuskan pihaknya untuk memutar otak, agar perjalanan dinas yang sifatnya tidak begitu mendesak, dapat dilaksanakan melalui sistem dalam jaringan (daring).

Ketentuan ini pula, ditegaskannya harus diawasi oleh kepala daerah di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Kami minta agar seluruh kepala dinas untuk ikut mengawasi terkait pengeluaran untuk mobilisasi ini, kalau ada kegiatang yang dianggap bisa dilakukan secara online ya lebih baik online,” tandasnya. (*tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *