detikberau.com, Teluk Bayur – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat.

Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando (Pasis Sesko) TNI bersama rombongan menggelar penyuluhan karhutla kepada masyarakat di Balai Pertemuan Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 120 peserta, terdiri dari unsur pemerintah kecamatan dan kampung, aparat keamanan, masyarakat, Masyarakat Peduli Api (MPA), pelajar, tenaga kesehatan, pemadam kebakaran serta unsur perusahaan perkebunan.

Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro menilai, edukasi mengenai karhutla sangat penting karena pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

“Pencegahan karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat. Karena itu, edukasi seperti ini penting agar warga memahami bagaimana mencegah kebakaran sekaligus mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila terjadi karhutla,” ujar Edi Baskoro.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat dan pihak terkait di wilayah Kecamatan Teluk Bayur.

“Kami berharap sinergi antarinstansi dan masyarakat terus terjaga. Dengan koordinasi yang baik, potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan penanganannya bisa dilakukan dengan cepat,” katanya.

Foto Bersama: Pasis Sesko TNI dengan prajurit dari Korami;l 0902-o4/Tanjung Redeb-Teluk Bayur.

Sementara itu, Kolonel Arm. Laode Irwan, selaku perwakilan Pasis Sesko TNI, menyampaikan bahwa penyuluhan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan karhutla.

Kolonel Laode menekankan, bahwa masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik-titik kebakaran, terutama dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran secara sembarangan.

“Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya pencegahan, karena masyarakat yang berada langsung di lingkungan dan wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran,” kata Laode.

Ia juga mendorong agar komunikasi dan koordinasi antara masyarakat dengan aparat di lapangan terus ditingkatkan. Menurutnya, informasi mengenai potensi kebakaran harus segera disampaikan sehingga dapat dilakukan tindakan sebelum api meluas.

“Kalau ada potensi atau tanda-tanda terjadinya kebakaran, segera laporkan dan lakukan koordinasi. Kecepatan informasi sangat penting untuk mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait pencegahan serta penanganan karhutla.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan kepada MPA Labanan Makarti sebagai bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan sinergi lintas sektor dalam melakukan pencegahan, patroli, serta penanganan dini terhadap potensi karhutla di wilayah Kecamatan Teluk Bayur. (mgn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *