detikberau.com, Tanjung Redeb – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Berau, Aan Wibowo, bersama jajaran pengurus menyambangi Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus menyampaikan sejumlah agenda dan program kerja IPSI Berau. Rombongan diterima langsung oleh Ketua KONI Berau, Taupan Madjid.

Aan mengatakan, pertemuan yang dikemas dalam suasana silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara IPSI dan KONI, khususnya dalam pembinaan serta pengembangan prestasi atlet pencak silat di Bumi Batiwakkal.

“Silaturahmi ini selain untuk memperkenalkan jajaran pengurus, juga menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi dan sinergi yang lebih baik dengan KONI Berau,” ujarnya.

Menurut Aan, berbagai masukan dari KONI akan menjadi catatan bagi kepengurusan IPSI Berau dalam menjalankan program, terutama untuk mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan di tingkat daerah maupun provinsi.

Ia optimistis, dukungan dan sinergi yang terjalin dengan baik dapat mendorong pembinaan atlet pencak silat semakin berkembang dan menghasilkan prestasi.

IPSI Berau Siapkan Sosialisasi Regulasi dan Tryout

Dalam pertemuan tersebut, Aan juga menyampaikan agenda IPSI Berau yang akan digelar pada 5-6 September 2026. Kegiatan itu berupa sosialisasi peraturan pertandingan sekaligus tryout yang mempertemukan atlet IPSI Berau dengan pesilat dari Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting sebagai sarana evaluasi sekaligus untuk menambah pengalaman bertanding para atlet.

“Ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus memahami regulasi pertandingan dengan lebih baik,” jelasnya.

Fokus Persiapan Menuju Porprov

Selain agenda tryout, persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) menjadi salah satu fokus utama IPSI Berau. Para atlet terus dipersiapkan melalui program latihan yang rutin dan terarah.

Aan menegaskan, pembinaan tidak dapat dilakukan secara instan. Persiapan harus berlangsung secara berkelanjutan agar atlet memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental.

“Kami tidak ingin persiapan dilakukan secara instan. Pembinaan harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Harapannya, atlet-atlet Berau nantinya mampu memberikan hasil terbaik dan membawa nama baik daerah,” pungkasnya.

IPSI Berau ketika berdialog dengan KONI dengan agenda utama memajukan pesilat di Bumi Batiwakkal.

KONI Dorong IPSI Lakukan Pembinaan yang Lebih Luas

Ketua KONI Berau, Taupan Madjid, menyambut positif pertemuan tersebut. Menurutnya, langkah yang dilakukan kepengurusan baru IPSI merupakan bagian penting dalam memperkuat pembinaan atlet pencak silat di daerah.

Ia menilai pembinaan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus cabang olahraga, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas pencinta olahraga dan perusahaan.

“Saya selaku Ketua KONI mengapresiasi langkah mereka. Ini menjadi langkah awal IPSI ke depan sesuai dengan visinya untuk menyatukan semua perguruan yang ada di Berau,” katanya.

Taupan berharap kepengurusan baru mampu mewujudkan visi tersebut sekaligus melakukan evaluasi terhadap program kepengurusan sebelumnya. Menurutnya, IPSI memiliki potensi besar untuk berkembang apabila mampu merangkul seluruh perguruan pencak silat yang ada di Berau.

Apalagi, setiap perguruan memiliki atlet potensial yang dapat menjadi pendulang medali bagi daerah.

Target Pertahankan Tiga Emas

Taupan mengingatkan agar prestasi pencak silat Berau pada Porprov sebelumnya dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada ajang berikutnya.

“Porprov yang lalu mereka mendapat tiga emas. Saya menyampaikan, tolong dipertahankan atau bisa ditingkatkan. Mulai sekarang sudah harus digenjot karena waktu persiapan semakin mepet,” pesannya.

Ia juga mendorong IPSI Berau untuk membuat berbagai kejuaraan, mulai dari skala daerah hingga nasional. Menurutnya, event semacam itu dapat menjadi wadah untuk meningkatkan jam terbang sekaligus menjaring pesilat potensial yang nantinya mampu membawa nama Berau ke tingkat yang lebih tinggi.

Target Tambah Pelatih Bersertifikat Nasional

Selain peningkatan kompetisi, Taupan menilai pengembangan kualitas pelatih juga perlu menjadi perhatian. Saat ini, kata dia, baru terdapat empat pelatih yang telah mengantongi sertifikasi nasional.

“Pelatih-pelatih yang bersertifikasi ini juga harus semakin ditingkatkan. Saat ini baru ada empat pelatih yang sudah memegang sertifikat nasional. Program ini bagi kami tidak kalah penting untuk ditingkatkan, targetnya 10 pelatih,” tutupnya.

Di akhir pertemuan, pengurus IPSI Berau juga didorong untuk menjaga kekompakan dan soliditas. Hal tersebut dinilai penting agar roda organisasi serta seluruh program kerja yang telah dirancang dapat berjalan secara optimal. (*tim)