detikberau.com, Pulau Derawan – Anggota DPRD Berau, Sa’ga menganjurkan pemerintah daerah merancang suatu kebijakan terkait, ketetapan harga sewa penginapan maupun usaha makanan dan minuman atau Food and Beverage (F&B), Rabu (13/5/2026).
Ketetapan itu baginya, dapat menjadi terobosan baru bagi daerah untuk mempertahankan julukan “surga wisata di tanah Borneo” yang disematkan ke Kabupaten Berau sehingga membuat para turis kian betah.
Apabila kebijakan itu bisa direalisasikan, maka fenomena aji mumpung dapat dicegah, dengan tujuan potret wisata di Berau tak hanya indah melainkan pula ramah di kantong.
“Jadi jangan sampai nanti daya dukung untuk pariwisata ini ya hanya sekedar wacana, tidak dilakukan” tegasnya.
Sebagai anggota dewan kelahiran Pulau Derawan, Sa’ga memahami kondisi masyarakat setempat. Ia menyoroti, bahwa kenaikan suatu harga barang sangat berkaitan dengan ongkos kirim dari distributor.
Demikian pula, dengan harga jasa yang dipatok. Menurut ia, mengikuti ketetapan yang diberlakukan olth pihak agen dan pengusaha penginapan (resort). Sehingga campur tangan pemerintah sangat berperan penting untuk menekan batas wajar harga yang ditawarkan.
“Standarisasi harga itu perlu ada, agar tidak ada tindakan yang bersifat merugikan pelanggan maupun konsumen,” katanya.
Praktik “harga gepok” atau menaikkan tarif secara sepihak oleh oknum pelaku usaha di lokasi wisata dianggap legislator PPP itu, sebagai racun yang secara perlahan akan membunuh minat wisatawan untuk datang kembali.
Sehingga regulasi yang mengatur standarisasi perlu dilahirkan agar tarif layanan dan resort tidak menetapkan harga semaunya sendiri. Standar tertinggi harus ditetapkan sehingga ada kepastian biaya yang membuat wisatawan merasa dihargai dan tidak tertipu.
Saga memberikan peringatan keras bahwa karakter turis mancanegara sangat menghargai kejujuran dan kepastian layanan.
“Apalagi kalau orang Barat ini punya komitmen yang tinggi terkait itu, jika Berau ingin benar-benar bersaing secara global, maka antara promosi dan realitas di lapangan harus sesuai demi nama baik pariwisata daerah,” pesannya. (*tim/ADV)
