detikberau.com, Tanjung Redeb – PT Berau Coal melalui Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal (YDBBC) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada pilar kesehatan.
Fokus utama perusahaan saat ini diarahkan pada percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Berau melalui serangkaian program komprehensif, mulai dari pemberian nutrisi hingga edukasi mendalam bagi para kader kesehatan.
Community Based Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, menjelaskan bahwa penanganan stunting merupakan bagian integral dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Upaya ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan anak-anak di lingkar tambang mendapatkan hak kesehatan dan tumbuh kembang yang optimal sesuai standar nasional.
“Melalui Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal, kami menjalankan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, di mana salah satunya adalah pilar kesehatan. Pilar kesehatan itu fokus pada penanganan stunting yang sesuai dengan program dicanangkan pemerintah,” ujar Reza Hermawan.
Reza menambahkan, salah satu langkah nyata yang telah berjalan adalah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini menyasar puluhan kampung yang berada di wilayah operasional perusahaan sebagai upaya intervensi gizi langsung kepada balita dan ibu hamil.
“Untuk seminar kesehatan ini adalah salah satu program, selain program pemberian makanan tambahan PMT kepada 19 kampung di lingkar tambang kami. Yang kedua adalah terkait dengan edukasi dan pembuatan ‘Genre Stunting’, di mana kami turut serta dengan berbagai pihak di sana,” jelasnya lagi.
Tidak hanya berhenti pada pemberian makanan, PT Berau Coal juga melakukan intervensi spesifik bagi anak yang sudah terdiagnosa stunting. Perusahaan memfasilitasi pendampingan medis dengan melibatkan tenaga ahli agar penanganan yang diberikan tepat sasaran dan memiliki dampak jangka panjang.

“Kami juga melakukan intervensi spesifik terhadap yang sudah stunting dengan melakukan bantuan pendampingan ke dokter spesialis. Kami bekerja sama dengan dokter spesialis, kader-kader, serta puskesmas yang ada di lingkar tambang kami sebagai upaya penanganan stunting,” tegas Reza.
Langkah ini mendapat apresiasi positif karena dianggap mampu menyentuh akar permasalahan di lapangan. Kehadiran pihak swasta dalam mendukung tugas puskesmas dan kader dinilai sangat krusial dalam mempercepat target zero stunting di daerah.
Dalam kesempatan yang sama, pakar dan praktisi kesehatan memberikan edukasi mengenai pentingnya deteksi dini. Para kader diharapkan tidak hanya mampu mendata, tetapi juga memberikan pemahaman kepada orang tua mengenai pola asuh dan pola makan yang benar.
Salah satu fokus dalam seminar tersebut adalah bagaimana membangun kesadaran kolektif di tingkat kampung. Edukasi yang diberikan mencakup pembuatan lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak atau yang disebut sebagai Genre Stunting.
Kolaborasi ini juga menekankan pentingnya peran dokter spesialis dalam memantau perkembangan anak yang masuk dalam kategori merah. Dengan pendampingan intensif, diharapkan kondisi fisik dan kognitif anak-anak tersebut dapat diperbaiki sebelum melewati masa pertumbuhan emas mereka.
Para kader posyandu dari berbagai kampung menyambut baik inisiatif ini karena mereka mendapatkan pengetahuan baru mengenai teknik penanganan medis sederhana dan cara berkomunikasi dengan orang tua. Hal ini penting mengingat kendala di lapangan sering kali berupa kurangnya pemahaman orang tua mengenai bahaya stunting.
Melalui program ini, PT Berau Coal berharap angka stunting di 19 kampung lingkar tambang dapat menurun secara signifikan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memantau perkembangan setiap anak yang masuk dalam program intervensi spesifik secara berkala.
Kegiatan seminar kesehatan ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap program-program kesehatan yang telah dijalankan sebelumnya. Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan menjadi kunci utama keberhasilan penanganan isu kesehatan masyarakat ini.
Dengan kerja keras bersama, upaya PT Berau Coal diharapkan menjadi inspirasi bagi mitra kerja lainnya untuk turut serta dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Berau sejak dini melalui pemenuhan gizi dan kesehatan yang layak. (inm/ADV)
