detikberau.com, Tanjung Redeb – Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kaltim, Wilayah VI (6) Berau memastikan, akan segera mengurus mengenai rencana pembangunan dua gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang baru.
Fasilitas pendidikan tersebut masing-masing adalah SMAN 16 Berau yang berlokasi di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah dan SMAN 17 Berau di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Disdikbud Wilayah Berau, Ahmadong mengungkapkan, kedua lokasi tersebut dipilih karena kebutuhan SMA-nya yang cukup mendesak.
Karena murid SMP yang hendak melanjutnya ke jenjang pendidikan lebih tinggi, harus mendaftar ke SMA/SMK sederajat yang letaknya jauh dari pusat kecamatan maupun kampung.
“Kita melihat potensi lulusan di sekitar, dari hasil diskusi kami mencoba untuk memaksimalkan dulu satu lokal, melihat perkembangan,” katanya.
Tahap awal, pihaknya akan membangun dua kelas terlebih dulu, secara penghitungan Ahmadong, siswa yang tertampung akan mencapai 72 siswa. Dengan 36 pelajar di satu kelas. Ditambah ruang kepala sekolah dan tata usaha.
Dari tim Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pula, diakui Ahmadong sudah melakukan peninjauan lanjutan dalam hal verifikasi dan validasi lapangan ke dua lokasi yang diusulkan.
Proyek tersebut dapat segera tercapai, apabila seluruh dokumen dan berkas mengenai legalitas lahan sudah dimiliki oleh Disdikbud Kaltim dan disetujui oleh kementerian.
“Izin pendirian kami sudah urus dan izin operasional sudah keluar, jadi paling utama itu memang lahan dulu,” imbuhnya.
Apabila semuanya terpenuhi, maka gedung sekolah itu, paling cepat akan dibangun pada tahun ini, atau menunggu anggaran baru di tahun 2027.
Berkaitan dengan tenaga pengajar, pihaknya menyebut, akan dibantu oleh guru-guru SMA terdekat yang masih kekurangan jam mengajar. Termasuk Kepala Sekolah selaku penanggung jawab akan diangkat dalam jabatan pelaksana tugas (Plt).
“Terkait tenaga pengajarnya kami juga akan mendiskusikannya dengan Disdik Provinsi Kaltim, kemudian hal-hal lain yang berkenaan dengan proses belajar mengajar ke depan, termasuk operasional dan lain sebagainya,” jelasnya. (*tim)
