detikberau.com, Tanjung Redeb – Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Berau kian disorot baik dari mnasyarakat maupun legislator. Situasi itu, lantaran sejumlah lampu jalan di beberapa titik kerap padam bahkan dalam jangka waktu yang lama.
Menanggapi ini, melalui Dinas Perhubungan sejatinya telah memahami apa yang dikeluhkan masyarakat, sehingga langkah koordinasi terus dimatangkan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan warga saat berkendara di malam hari.
Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Andi Marewangeng menjelaskan, bahwa saat ini terdapat pembagian kewenangan terkait aset lampu jalan di daerah.
Beberapa titik merupakan aset Pemkab, sementara sekitar 110 titik lainnya masih berada di bawah wewenang PT Berau Coal, terutama yang berada di kawasan perumahan.
Karena sebagian lain masih menjadi aset swasta, maka penanganan tidak bisa dilakukan menyeluruh. Eks Kepala Dishub itu menegaskan, bahwa pihaknya siap mengambil alih dan melakukan penanganan apabila telah resmi dihibahkan kepada pemerintah daerah.
Hal ini dilakukan guna menyeragamkan standar kualitas penerangan jalan di seluruh wilayah perkotaan.
“Adapun yang memang di kewenangan kita, beberapa sudah waktunya solar charge controller atau SCC-nya diganti, cuma sudah kita komplain karena jaminannya masih lima tahun,” ujar Andi melalui sambungan telepon, Selasa (7/4/2026).
Andi menambahkan bahwa pihak penyedia jasa dijadwalkan akan segera melakukan aksi lapangan dalam waktu dekat. Proses mobilisasi personel dan peralatan teknis sedang dipersiapkan untuk menyisir titik-titik kerusakan yang menjadi tanggung jawab dinas.
Giat itu dijadwalkan dimulai pekan depan. Dilakukan secara bertahap. Karena memang demikian gambaran rencana kerja di lapangan.
Terkait teknis perbaikan, rencananya sistem pencahayaan yang masih menggunakan baterai aki lama akan diperbarui. Mengganti komponen tersebut dengan teknologi yang lebih tahan lama agar masa pakai lampu menjadi lebih efisien.
“Kalau sudah dihibahkan kita pindah, seperti yang di arah bandara kan banyak yang mati. Rencana kita begitu, tapi nanti baterainya kita ganti baterai lithium. Sudah kita survei semua dan sudah ada titik tempat yang akan dipindahkan,” jelasnya.
Dari Dinas Perhubungan (Dishub) menurutnya juga mengupayakan terkait penggunaan alat berat skylift. Keterbatasan ketinggian alat saat ini menjadi salah satu kendala teknis dalam menjangkau lampu-lampu tinggi yang berada di jalur protokol seperti Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb.
“Pada prinsipnya kita ingin masyarakat kita di Berau itu nyaman di jalan, baik dari segi keselamatan maupun kenyamanan saat menggunakan fasilitas jalan raya,” pungkasnya. (inm/*tim)
