detikberau.com, Gunung Tabur – Wajah Tepian Gunung Tabur kini terlihat lebih elegan dan eksotis. Setelah pemerintah Kabupaten Berau, mengubahnya menjadi area pejalan kaki yang didesain dengan nuansa keraton.
Suasana tersebut, mulai terlihat dari gerbang kuning bergaya klasik, deretan meriam kuno, juga lampu-lampu taman. Menjadikan suasananya terlihat megah sesuai ciri khas Gunung Tabur, sebagai wilayah kesultanan.
Kawasan tersebut diresmikan pemanfaatannya bersamaan dengan dermaga wisata yang dibangun oleh PT Berau Coal, Selasa (23/12/2025).
Lurah Gunung Tabur, Achmad Rizhali menyebut, sebelum diubah menjadi seperti sekarang, wajah tepian dahulunya hanyalah sebuah ruang kosong dan gelap gulita ketika malam hari.
Kondisi itulah, kemudian mengantarkan kelurahan, untuk mengupayakan agar kawasan tersebut, diubah menjadi kawasan wisata bernuansa sejarah dan budaya.
“Destinasi wisata ini, tentunya kami ingin dapat saling terkoneksi dan terintegrasi dengan Keraton Gunung Tabur dan Museum Batiwakkal,” ujarnya.
Kawasan wisata tersebut diyakini Rizhali cukup mumpuni untuk mengundang daya tarik wisatawan.
Karena tak hanya menyuguhkan areal pejalan kaki yang ikonik dengan kesultanan, melalui dermaga yang telah dibangun pihak swasta, juga mendukung wisata susur sungai yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
“Tinggal PR (pekerjaan rumah) kami ke depan adalah penataan rombong UMKM (usaha mikro kecil menengah), karena kurang teratur,” tambahnya.
Bagi General Manager Operation Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, kolaborasi untuk menata kawasan tepian Gunung Tabur merupakan komitmen pihaknya sejak lama.
Dimulai dari pembangunan infrastruktur landmark sebagai identitas daerah, seperti di area bundaran dan tulisan “Gunung Tabur Basinang” pada tahun 2019.
“Hari ini 2025, pembangunan kembali kami lanjutkan, melalui pembangunan dermaga wisata Gunung Tabur,” katanya.
Selain bertujuan mendukung akses pariwisata susur sungai. Pembangunannya pula, bertujuan untuk mempermudah kunjungan wisatawan, meningkatkan pergerakan ekonomi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Agar fasilitas tersebut dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka waktu yang lama, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengimbau, masyarakat bisa ikut menjaga dan merawat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal yang sudah membantu dalam memaksimalkan fasilitas tersebut, tapi tak kalah pentingnya masyarakat harus ikut merawat sebaik-baiknya,” harap bupati. (*tim/ADV)
