detikberau.com, Tanjung Redeb – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto menilai, jika pengembangan potensi unggulan perlu menjadi perhatian masyarakat kampung sebagai penggerak ekonomi lokal.

Dede menilai, program pengembangan komoditas unggulan seperti kelapa genjah merupakan langkah yang baik untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Apalagi tanaman tersebut memiliki masa produktif yang relatif cepat dibandingkan beberapa komoditas perkebunan lainnya.

“Kelapa genjah ini bagus untuk masyarakat kampung, masa tumbuhnya juga relatif cepat, dua hingga tiga tahun,” ujarnya dijumpai belum lama ini.

Karena itu, program pengembangannya perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Badan Milik Usaha Kampung (BUMK) yang diharapkan turut berperan dalam pengelolaan dan pemasaran hasil produksi masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa ekonomi masyarakat kampung tidak boleh hanya bergantung pada satu komoditas tertentu. Sebab baginya, kondisi geografis Kabupaten Berau membuat karakteristik dan potensi yang dimiliki tiap kampung berbeda-beda.

Sehingga strategi pembangunan ekonomi harus dilakukan secara beragam dan menyesuaikan keunggulan lokal masing-masing daerah. Diantara lain yang juga kian menjadi unggulan adalah kakao atau cokelat.

“Merasa, Suaran, Rantau Panjang, dan beberapa wilayah lainnya memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor kakao sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ini komoditas yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Adapula kopi liberika yang mulai dikenal sebagai salah satu produk unggulan daerah. Pengembangan komoditas tersebut dinilai dapat menjadi alternatif sumber pendapatan baru bagi masyarakat apabila didukung pembinaan, pemasaran, dan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.

Tidak hanya sektor pertanian dan perkebunan, Dedy menilai pengembangan ekonomi masyarakat juga dapat dilakukan melalui sektor ekonomi kreatif dan usaha berbasis keterampilan lokal.

Menurutnya, produk-produk kerajinan tersebut perlu mendapatkan dukungan yang sama agar mampu berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

“Dengan diversifikasi potensi yang dimiliki kampung-kampung di Berau, masyarakat tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan, tetapi memiliki lebih banyak peluang usaha yang saling mendukung dan memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan,” tandasnya. (*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *