detikberau.com,Tanjung Redeb – Berbagai agenda kebudayaan daerah Kabupaten Berau mempunyai hari dan bulan tertentu dalam pelaksanaannya setiap satu tahun sekali. Namun dari banyaknya event, hanya beberapa yang diketahui oleh masyarakat umum.
Situasi tersebut, dikarenakan minimnya informasi, termasuk terbentur dengan jadwal kegiatan masyarakat. Dampaknya adalah, agenda yang seharusnya menjadi ajang promosi dan perputaran ekonomi lokal di kampung tidak terlaksana dengan baik.
Fenomena ini, yang menurut Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto perlu dibenahi. Dirinya menyampaikan, penetapan jadwal kegiatan adat di setiap kampung memang sudah seharusnya dilakukan sejak awal.
Selain memudahkan penyusunan kalender wisata, tentunya akan membuat promosi berbagai agenda budaya di Berau menjadi lebih terarah. Sehingga sosialisasi dapat dilaksanakan dengan masif, wisatawan hendak hadir juga mendapat informasi yang tidak dadakan.
“Kalau jadwalnya sudah ditetapkan sejak awal, tentu akan lebih mudah bagi pemerintah melakukan promosi. Wisatawan juga bisa mengatur rencana kunjungannya jauh-jauh hari,” ujarnya.
Dicontohkan, kegiatan adat yang rutin digelar di berbagai kampung, merupakan potensi wisata yang perlu terus dikembangkan. Bagi Dedy, Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar pula peluang bagi pelaku UMKM maupun masyarakat untuk memperoleh tambahan pendapatan.
Lebih lanjut, ia juga melihat bahwasanya, dalam bantuan pembiayaan acara juga menjadi tantangan bagi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Agar tetap dapat terlaksana, perusahaan yang beroperasi di sekitar kampung tempat pelaksanaan event diajak turut berkontribusi.
“Harapan kita agenda budaya ini bisa berjalan rutin setiap tahun. Potensi budaya yang dimiliki Berau pun dapat menjadi daya tarik wisatawan yang ingin berkunjung,” tutupnya.
