detikberau.com, Tanjung Redeb – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menyoroti keterlambatan penerbangan yang dialami ratusan jemaah haji asal Kabupaten Berau saat diberangkatkan menuju Balikpapan pada musim haji 2026.

Menurutnya, momentum keberangkatan ibadah haji seharusnya mendapat pelayanan maksimal karena menyangkut kenyamanan dan kondisi fisik para tamu Allah.

Diketahui, penerbangan Sriwijaya Air yang membawa sebagian jemaah haji mengalami penundaan hingga sekitar dua setengah jam akibat gangguan operasional pesawat. Akibat delay tersebut, para jemaah harus menunggu lebih lama di Bandara Kalimarau sebelum akhirnya diberangkatkan ke Balikpapan.

Sumadi menilai keterlambatan itu menjadi catatan penting yang perlu dievaluasi bersama, khususnya oleh pihak maskapai dan penyelenggara penerbangan. Ia mengatakan, para jemaah haji mayoritas merupakan lanjut usia sehingga membutuhkan kepastian jadwal dan pelayanan yang baik selama proses keberangkatan.

“Keberangkatan haji ini bukan perjalanan biasa. Banyak jemaah kita yang sudah lanjut usia, tentu kondisi seperti delay cukup menguras tenaga dan pikiran mereka,” ujarnya.

Ia meminta agar kejadian serupa tidak kembali terulang pada agenda keberangkatan maupun kepulangan jemaah haji mendatang. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, bandara, dan maskapai penerbangan harus lebih diperkuat agar seluruh tahapan berjalan lancar.

Meski demikian, Sumadi tetap mengapresiasi kesabaran para jemaah haji Berau yang tetap tenang menunggu proses keberangkatan. Ia berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, dan dapat kembali ke Berau dengan predikat haji mabrur.

“Ini menjadi ujian kesabaran pertama bagi para jemaah. Alhamdulillah seluruhnya tetap bisa diberangkatkan,” tutupnya.  (*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *