detikberau.com, Tanjung Redeb – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto mengingatkan agar pemilihan kepala kampung (pilkakam) serentak pada 2027 mendatang, harus tetap digelar secara ketat meskipun di tengah efisiensi anggaran.

Tantangan tersebut menurutnya, bukan menjadi alasan bagi pemerintah, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) menghilangkan berbagai tahapan sehingga menurunkan kualitas dari pilkakam.

“Pilkakam ini tempatnya masyarakat di tingkat bawah untuk berdemokrasi mencari pemimpin terbaik, jangan jadikan ini hanya sebatas agenda pemilihan biasa,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, terdapat 20 kampung yang akan segera menggelar pilkakam. Tersebar di 12 kecamatan se-Kabupaten Berau.

Dibagian hulu, meliputi, Kecamatan Kelay ada satu kampung yakni Long Sului dan Kecamatan Segah terdapat lima kampung. Masing-masing adalah Kampung Punan Segah, Punan Malinau, Pandan Sari, Bukit Makmur dan Kampung Siduung Indah.

Berikutnya, untuk kecamatan kota, ada duga kampung yakni Sembakungan, dan Pulau Besing di Kecamatan Gunung Tabur. Sementara ada pula Inaran dan Kampung Suaran di Kecamatan Sambaliung.

Untuk wilayah pesisir, di Kecamatan Pulau Derawan ada Pegat Betumbuk dan Tanjung Batu, menyusul Semurut dan Buyung-Buyung untuk Kecamatan Tabalar. Sedangkan Biatan dan Talisayan masing-masing hanya satu kampung, yakni Biatan Baru dan Capuak.

Berikutnya Lobang Kelatak, Balikukup di Batu Putih, dan terakhir adalah Kampung Bidukbiduk dan Teluk Sumbang di Kecamatan BidukBiduk.

“Tentu 20 kampung yang tersebar itu, diantaranya jarak tempuhnya cukup jauh, tentu biaya logistik juga menjadi pertimbangan, namun kami dari legislatif sejatinya tetap mendukung penganggarannya selama itu dilakukan tetap dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Legislator Nasdem itu juga berpesan agar, penyelenggara bisa segera berkoordinasi dengan instansi pemerintah dan aparat penegak hukum, untuk meminimalisir terjadinya tidak kecurangan.

Ia juga berharap, dalam pemilihan tentu ada yang beruntung dan belum. Sehingga pasca usainya kegiatan tersebut, masyarakat jangan ada yang “terkotak-kotak”. Tetap solid untuk memajukan kampungnya masing-masing.

“Dengan kesiapan yang matang kita berharap seluruh tahapan juga dapat berjalan sesuai aturan, kita tidak ingin muncul konflik yang memicu lunturnya tali silahturahmi antar sesame masyarakat kampung,” tandasnya. (*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *