detikberau.com, Tanjung Redeb – Dua hari menjelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto menaruh perhatian lebih kepada kebutuhan umum masyarakat kalangan menengah ke bawah. Salah satunya, keberadaan gas elpiji ukuran 3 kilogram, Kamis (19/4/2026).
Sebab dari berbagai informasi yang dirinya peroleh, gas melon tersebut saat ini berada dalam taraf kelangkaan. Diketahui jika penyebabnya adalah, keterlambatan pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kampung Maluang, Gunung Tabur.
Fenomena itu yang menurutnya perlu menjadi perhatian. Dirinya menegaskan, apabila telah tersalurkan kembali secara normal, maka dari kalangan pemerintah dan aparat keamanan perlu memperketat pengawasan distribusi.
“Kita ketahui bersama jika elpiji saat ini banyak masyarakat mengeluh sulit didapat, maka dari itu saya inginnya agar penyalurannya bisa diperketat,” tegasnya.
Apalagi saat-saat hari besar keagamaan, legislator Golkar itu menilai, banyak kebutuhan dasar masyarakat yang ikut merangkak naik. Dirinya menekankan, adanya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan.
Tak hanya menerima laporan di tingkat agen, bagi Subroto pemantauan langsung ke lapangan juga mempengaruhi kesesuaian data dan keadaan secara rill. Langkah itu sebagai upaya, mengidentifikasi sumber permasalahan, baik dari sisi logistik maupun dugaan praktik spekulasi.
“Ini yang harus kita lihat di lapangan. Apakah distribusinya lambat atau ada dugaan permainan oknum,” imbuhnya.
Selain itu, koordinasi dengan pihak Pertamina terus ditingkatkan untuk memastikan ketersediaan kuota gas jelang Idul Fitri mendatang agar keperluan masyarakat seperti memasak dan lain sebagainya tidak terhambat.
“Jika ditemukan indikasi penimbunan, maka sudah masuk ranah pidana dan harus ditindak tegas, maka memang harus ada pengawasan secara ketat terkait distribusinya, agar tetap lancer, jadinya masyarakat dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran kelangkaan gas,” pungkasnya. (*tim/ADV)
