detikberau.com, Tanjung Redeb – Di tengah dinamika penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax baru-baru ini, masyarakat Kabupaten Berau diimbau untuk tidak panik. Aktivitas pengisian kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum terpantau berjalan normal dan kondusif.

Pihak manajemen SPBU Bujangga menegaskan bahwa pasokan komoditas energi di wilayah tersebut berada dalam kondisi yang sangat stabil.

Seluruh jenis bahan bakar yang disediakan untuk konsumen dipastikan dapat memenuhi kebutuhan operasional kendaraan warga sehari-hari. Ketersediaan volume tangki timbun di SPBU Bujangga masih berada pada angka yang aman. Pengawasan berkala terus dilakukan guna mengantisipasi lonjakan permintaan secara mendadak.

Secara rinci, catatan stok riil menunjukkan persediaan untuk bahan bakar Dex berada di angka 9.872 liter. Sementara itu, untuk varian bahan bakar Bio solar atau B30, volume yang tersedia di fasilitas penyimpanan tercatat sebanyak 14.350 liter.

Selain itu, jenis BBM nonsubsidi yang mengalami penyesuaian harga, yaitu Pertamax, masih memiliki ketahanan stok yang cukup tebal sebesar 9.548 liter. Di sisi lain, jenis BBM khusus penugasan seperti Pertalite mencatatkan angka sisa stok sebanyak 7.830 liter.

Admin SPBU Bujangga, Diana, menjelaskan bahwa kondisi fluktuasi harga di pasar tidak serta-merta mengganggu jalur distribusi utama. Manajemen telah melakukan mitigasi risiko yang matang agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal secara berkelanjutan.

“Stok bahan bakar segala jenis yang ada di SPBU Bujangga masih tergolong aman,” ujar Admin SPBU Bujangga, Diana, saat memberikan keterangan resmi terkait ketersediaan logistik energi di areanya.

Diana juga menambahkan bahwa masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan terjadinya kekosongan tangki di SPBU. Pihaknya menjamin rantai pasok dari depot penyuplai menuju ke stasiun pengisian masih terus bergerak secara reguler dan terjadwal.

“Selain stok yang masih ada sekarang, akan datang lagi stok-stok tambahan yang saat ini masih dalam perjalanan menuju ke lokasi kami,” tutur Diana.

Kelancaran proses distribusi angkutan tangki ini memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas volume BBM di tingkat pengecer resmi.

Adanya jaminan stok tambahan yang sedang bergerak menuju lokasi memastikan tidak akan ada celah kekosongan pelayanan.

Pihak manajemen juga menggarisbawahi bahwa pergeseran nilai jual pada salah satu produk tidak memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap daya beli komoditas energi lainnya secara keseluruhan di wilayah Bujangga.

“Jadi sekiranya dengan adanya kenaikan harga Pertamax ini tidak mengganggu jumlah stok bahan bakar yang ada di SPBU Bujangga ini,” pungkas Diana mengakhiri penjelasannya. (inm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *