detikberau.com, Tanjung Redeb — Dinas Pendidikan Kabupaten Berau menyiasati polemik rencana penghapusan tenaga honorer yang dijadwalkan rampung Desember 2026. Sebagai langkah konkret, diusulkan pembukaan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) khusus tenaga pendidik dalam jumlah besar pada seleksi tahun ini.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh guru honorer, terutama yang mengabdi di wilayah pedalaman, dapat terakomodasi dan beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kepala Disduk Berau, Mardiatul Idalisah, menegaskan, bahwa pihaknya telah memetakan terkait sebaran dan kebutuhan guru di seluruh kecamatan.

“Saat ini kami sudah mengantongi data riil dari seluruh tenaga pendidik hilir hingga hulu. Formulasi yang kami siapkan adalah memprioritaskan validasi data masa kerja dan kualifikasi akademik para guru honorer kita agar mereka siap mengisi pos-pos formasi yang akan dibuka,” ujar Mardiatul.

Menurut Mardiatul, pemetaan ini krusial untuk mencocokkan kebutuhan sekolah dengan kualifikasi guru honorer yang ada saat ini. Dinas Pendidikan Berau tidak ingin ada guru honorer yang kehilangan ruang pengabdian akibat salah perhitungan formasi.

“Kami ingin proses transisi menuju akhir tahun 2026 ini berjalan mulus tanpa mengorbankan kesejahteraan para guru yang sudah bertahun-tahun dedikatif mengajar,” imbuhnya.

Menanggapi momentum pembukaan seleksi CPNS tenaga pendidik tahun 2026 oleh pemerintah pusat, Dinas Pendidikan Berau langsung mengambil momentum tersebut dengan mengajukan kuota yang signifikan. Mardiatul optimistis bahwa usulan yang disodorkan ke kementerian terkait akan menjadi solusi mutakhir bagi pemenuhan status kepegawaian para guru.

“Menanggapi dibukanya CPNS formasi tenaga pendidik atau guru tahun 2026 ini, kami di Dinas Pendidikan Kabupaten Berau telah mengusulkan agar daerah kita membuka formasi tersebut secara maksimal,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai kuota pasti yang diusulkan ke pusat, Mardiatul memberikan sinyal hijau bahwa jumlahnya akan sangat masif. Kuota ini sengaja dirancang besar agar mampu menjangkau para guru yang berada di wilayah geografis sulit.

“Untuk jumlahnya insyaallah banyak, hingga mencapai ratusan formasi. Hitungan kami, jumlah sekian akan sekiranya cukup mengisi kekurangan guru hingga ke kampung-kampung pedalaman Berau,” tambah Mardiatul meyakinkan.

Langkah masif dari kedinasan ini setidaknya memberikan embusan angin segar bagi pihak sekolah yang berada di garis depan pendidikan luar perkotaan. Selama ini, isu penghapusan honorer sempat memicu kecemasan kolektif mengenai potensi terjadinya kelumpuhan aktivitas belajar mengajar. Pasalnya, mayoritas sekolah di wilayah lingkar luar Berau masih bertumpu pada tenaga kontrak daerah dan honorer sekolah.

“Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa rasio guru ASN di wilayah pedalaman itu masih sangat minim, bahkan ada satu sekolah yang ASN-nya cuma kepala sekolahnya saja. Selama ini, roda operasional kelas murni berputar karena adanya dedikasi rekan-rekan guru honorer kampung,” tuturnya lagi.

Meski demikian, dengan adanya kabar usulan ratusan formasi CPNS guru dari Dinas Pendidikan Berau, pihak sekolah di pedalaman kini mengaku sedikit bernapas lega. Mereka berharap regulasi teknis ujian seleksi nantinya bisa berpihak pada guru-guru lokal yang telah lama menetap dan mengabdi di kampung tersebut.

“Kabar mengenai usulan ratusan formasi ini menjadi harapan besar bagi kami agar anak-anak di pedalaman tidak kehilangan guru mereka,” sebutnya.

Kini, bola panas penataan tenaga non-ASN di sektor pendidikan Berau perlahan mulai menemukan titik urai yang jelas. Dinas Pendidikan Berau berjanji akan terus mengawal jalannya pengusulan kuota ini di tingkat pusat hingga proses verifikasi final dilakukan oleh Menpan-RB dan BKN. Pengawalan ketat dilakukan agar kuota ratusan guru tersebut tidak berkurang saat disetujui kelak.

Di sisi lain, Mardiatul Idalisah juga mengimbau agar para guru honorer di Kabupaten Berau, khususnya di daerah terpencil, mulai mempersiapkan diri secara matang dari segi administrasi maupun kompetensi.

“Kami di dinas berjuang di lini birokrasi, dan kami harap bapak-ibu guru di sekolah juga bersiap menyambut peluang formasi CPNS ini dengan optimisme tinggi,” tutupnya. (inm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *