detikberau.com, Tanjung Redeb – Pada Mei lalu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau yang menjajaki kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif.
Langkah tersebut disambut baik oleh Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi terobosan penting di tengah meningkatnya volume sampah rumah tangga dan persoalan kebersihan yang mulai menjadi perhatian serius, terutama di kawasan perkotaan hingga destinasi wisata di Kabupaten Berau.
Dedy menilai, selama ini persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan pola pengangkutan dan pembuangan ke tempat akhir.
Kata dia, dibutuhkan langkah yang lebih modern dan berorientasi jangka panjang agar limbah plastik yang menumpuk dapat memiliki nilai guna serta dampak ekonomi bagi daerah.
“Kalau sampah plastik bisa diolah menjadi bahan bakar, tentu ini menjadi solusi yang sangat baik. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, hasil pengolahannya juga bisa memberikan manfaat ekonomi,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar rencana kerja sama tersebut benar-benar dikaji secara matang, mulai dari kesiapan teknologi, dampak lingkungan hingga keberlanjutan operasionalnya.
Menurutnya, jangan sampai program inovatif hanya berjalan di awal tanpa kesiapan pengelolaan jangka panjang.
Upaya pengolahan sampah berbasis teknologi, menurutnya dapat dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Sebab, kata dia, penanganan sampah dinilai akan lebih efektif apabila didukung partisipasi masyarakat secara luas.
“Persoalan sampah ini tanggung jawab bersama. Pemerintah harus menghadirkan inovasi, sementara masyarakat juga perlu memiliki kepedulian menjaga lingkungan,” pungkasnya. (*tim/ADV)
