detikberau.com, Tanjung Redeb – Peran dunia usaha dalam pengembangan komoditi unggulan daerah seperti biji kakao mengundang perhatian Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto. Legislatif melihat, potensi tersebut merupakan peluang baik untuk meningkatkan produksi hilirisasi.

Sebagaimana diketahui, untuk menyukseskan program hilirisasi tersebut, pemerintah saat ini dihadapi dengan tantangan keterbatasan anggaran. Sehingga, perlu adanya kolaborasi dengan pihak swasta.

Dedy dalam kunjungan ke lokasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Berau Coal belum lama ini menilai, jika kontribusi dunia usaha merupakan salah satu pintu keluar untuk memajukan ekonomi kerakyaratan di sektor UMKM, pertanian, perikanan dan perkebunan.

“Di Berau banyak perusahaan tambang yang sudah mendistribusikan CSRnya untuk berbagai kegiatan yang langsung bersentuhan langsung dengan masyarakat, salah satunya pengembangan produk UMKM,” ujarnya.

Belum lagi, kata politisi Nasdem itu, keseriusan ditunjukkan dengan terbangunnya pabrik pengolahan bahan mentah dan galeri untuk menjual produk olahan dari kampung seperti Rumah Kemas Batiwakkal yang kata dia, lokasinya juga strategis. Berada di tengah pusat kabupaten.

Sehingga bagi wisatawan yang berkunjung ke Berau, sebelum menempuh perjalanan atau selepas balik dari berlibur bisa menyempatkan diri untuk singgah melihat berbagai jajanan yang diolah langsung dari tangan masyarakat di berbagai kampung dampingan.

“Harapannya dukungan seperti ini tidak hanya dirasakan masyarakat di lingkar tambang, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Berau,” tambahnya.

Khusus pengolahan produk olahan cokelat, sebagaimana data yang dipaparkan pihak Berau Coal, saat ini pengembangan kebun kakao baru sudah seluas 788 hektare dengan besaran rehabilitasi sekitar 150 hektare.

Sebarannya berada di Kampung Suaran Sambaliung, Merasa, dan Kelay dengan total keseluruhan, jumlah petani yang telah mendapat pendampingan 1.400 orang.

“Biji fermentasi kakao khas Berau yang sudah diekspor baik dalam maupun luar negeri itu bisa mencapai lima hingga belasan ton, ini capaian yang luar biasa dan patut untuk terus dikembangkan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *