detikberau.com, Tanjung Redeb – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto memastikan, segera melakukan langkah pencegahan menghadapi situasi transisi ekonomi di tengah kebutuhan harga yang kerap terjadi kenaikan. Terutama kebutuhan bahan bakar minyak (BBM)
Dari sisi kebijakan makro daerah, dikatakannya, komunikasi intensif mulai dibangun antara legislatif dan eksekutif. Langkah cepat diperlukan agar intervensi program jaring pengaman sosial bisa segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Diantara hasil komunikasi yang katanya akan dirumuskan adalah rencana penyiapan subsidi khusus pada sektor transportasi lokal.
“Ini penting agar tarif angkutan tidak naik ugal-ugalan yang bisa memicu rentetan inflasi daerah,” jelasnya.
Dari fungsi penganggaran (budgeting), Dedi membuka peluang dilakukannya penyesuaian postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Caranya, dengan melakukan reposisi atau pemanfaatan sebagian pos anggaran.
“Nantinya akan dialokasikan ke program jaring pengaman sosial dalam APBD Perubahan. Fokus kami adalah memastikan intervensi fiskal daerah hadir untuk menstabilkan kondisi ekonomi masyarakat rentan,” paparnya.
Sektor perikanan dan pariwisata, yang menjadi salah satu keunggulan Kabupaten Berau, juga mendapatkan perhatian khusus dalam skema penyelamatan ekonomi ini.
Menurutnya, pemenuhan kuota BBM bersubsidi harus tersedia bagi nelayan kecil agar aktivitas melaut tidak terbebani hanya karena persoalan harga bahan bakar yang melambung. Begitu pula dengan sektor pariwisata.
Di sektor itu, pihaknya mengupayakan formula insentif standardisasi tarif transportasi wisata agar kunjungan ke pulau-pulau andalan tidak anjlok. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat etap tenang dan bahu-bahu menghadapi persoalan tersebut.
“Percayalah, DPRD bersama pemerintah daerah sedang bekerja keras merumuskan solusi terbaik agar kita semua bisa melewati masa-masa menantang ini dengan kuat,” pungkasnya. (*tim/ADV)
