detikberau.com, Tanjung Redeb – Ketua DPRD Berau, Dedi Okto, merespons cepat keluhan masyarakat terkait ketimpangan pembangunan yang terjadi di wilayah hulu.
Pihaknya berjanji akan menggunakan hak penganggaran dewan secara ketat agar dana APBD ke depan tidak lagi habis untuk proyek dengan embel-embel mempercantik kota. Dialihkan untuk membangun fasilitas dasar di pedalaman.
Dedi mengakui bahwa selama ini pembangunan terkesan menumpuk di pusat kota Tanjung Redeb. Sebaliknya, di kecamatan pedalaman seperti Kelay dan Segah masih mengelus dada karena fasilitas harian mereka jauh dari kata layak.
“Kami di DPRD punya fungsi budgeting atau penganggaran. Mulai sekarang, peran ini akan kami pakai untuk menyaring betul mana proyek yang sifatnya cuma pajangan kota dan mana yang memang mendesak buat urusan perut dan nyawa warga di desa,” ujarnya.
Dia menjelaskan, solusi konkret pertama yang akan diambil dewan adalah mengunci anggaran untuk sektor-sektor wajib.
Jalan poros desa yang rusak parah, fasilitas air bersih, dan jaringan listrik di Kelay serta Segah harus masuk dalam daftar prioritas utama dan tidak boleh digeser untuk program lain.
Menurutnya, suksesnya pembangunan daerah tidak diukur dari seberapa indahnya taman kota, tapi dari seberapa meratanya kesejahteraan warga di kampung-kampung.
“Jujur saja, buat apa kota kita kelihatan cantik dan gemerlap kalau saudara-saudara kita di pedalaman Segah dan Kelay mau ke rumah sakit saja jalannya masih lumpur dan hancur-hancuran? Kita stop dulu proyek yang sifatnya cuma kosmetik atau hiasan kota,” tegasnya.
Sebagai solusi kedua, DPRD Berau akan memanfaatkan hasil serap aspirasi atau reses langsung dari lapangan untuk menantang balik program kerja pemerintah daerah.
Data riil mengenai jembatan rusak atau desa yang belum teraliri listrik akan disodorkan langsung di meja rapat pembahasan anggaran.
Selain itu, pihak dewan juga menawarkan solusi jangka panjang berupa pembentukan tim pengawas khusus untuk memantau pengerjaan proyek di wilayah pedalaman.
“Tujuannya agar anggaran yang sudah dialokasikan ke Kelay dan Segah benar-benar dikerjakan dengan kualitas terbaik, bukan asal jadi.
Dengan beralihnya fokus anggaran ini, Dedi berharap ketimpangan antara kota dan desa bisa segera teratasi. Dokumen APBD Berau ke depan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada wilayah yang merasa dianaktirikan. (inm/*tim/ADV)
