detikberau.com, Tanjung Redeb – Tren positif dalam penanganan stunting di Berau dinilai Ketua DPRD, Dedy Okto Nooryanto sebagai bukti kerja keras seluruh pihak. Ia memberi sinyal, agar capaian tersebut, tidak membuat Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) berpuas diri.

Baginya, kasus stunting dapat kembali naik apabila langkah pencegahan yang dilakukan kendur. Koordinasi yang solid antara instansi menjadi tolak ukur guna memastikan program penanganan tepat sasaran hingga ke tingkat kampung.

Politisi Nasdem itu menyikapi, pentingnya peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap wilayah sebagai garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak secara langsung.

“Dengan pengawasan yang intensif, potensi gangguan gizi pada anak dapat dideteksi dan ditangani lebih dini sebelum berlanjut menjadi stunting,”katanya, Senin (6/4/2026), sesuai rapat Pra Musrenbang Tematik Stunting Wilayah Berau Tahun 2026.

Tak hanya bersifat administratif dan angka di selembar kertas, menurutnya, pemantauan berkala ke lapangan juga wajib dijalankan oleh pihak yang tergabung dalam TPPS. Interaksi langsung dengan ibu hamil dan orang tua balita dianggap sangat penting, memberikan edukasi serta bantuan yang diperlukan secara tepat waktu dan efisien.

Tak hanya dari aspek pengawasan, dirinya juga menyoroti masalah stunting dari aspek kondisi lingkungan tempat tinggal. Faktor lingkungan yang sehat, kata dia menjadi fondasi dalam menjamin kesehatan anak dalam jangka panjang.

Berbagai sarana yang menurutnya perlu selalu ditangani, antara lain, akses air bersih dan sistem sanitasi. Keberadaan air bersih sangat membantu dalam menjaga kebersihan pangan dan kebutuhan dasar keluarga, yang secara langsung berdampak pada kualitas kesehatan balita.

“Tanpa lingkungan yang layak, intervensi gizi saja tidak akan memberikan hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Dedet itu menyarankan, agar pemerintah daerah bisa memastikan, program penyediaan air minum dan sanitasi (pamsimas) maupun program infrastruktur terkait lainnya dapat menjangkau seluruh pelosok daerah.

“Sama air bersih ini juga sangat penting. Sanitasi dan air bersih itu sangat membantu juga di stunting itu. Jadi berarti kita sanitasi dan air bersih itu harus merata ke-13 kecamatan kalau betul-betul mau menekan lagi, mau menurunkan lagi stunting kita,” tambahnya.

Dari legislatif, kata Dedet akan ikut mengawal kebijakan dan anggaran yang berkaitan dengan peningkatan fasilitas sanitasi serta layanan kesehatan dasar. Sinergi antara pembangunan infrastruktur lingkungan dan intervensi kesehatan, diharapkan dapat menjadikan Kabupaten Berau segera mencapai target zero stunting di masa depan. (inm/*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *