detikberau.com, Teluk Bayur – Parade Musik Idul Fitri 2026 sukses digelar di lapangan Steenkolen Teluk Bayur, Selasa (24/3/2026).
Kegiatan tersebut disingkat PAMFIR, merupakan warisan yang sejak tahun 1997 telah booming di kecamatan dengan julukan kota tua tersebut. Tahun ini, rangkaian kegiatan dibuat lebih menarik.
Dimulai sejak pagi yakni, senam bersama dilanjutkan pentas seni, lomba fashion show serta diisi berbagai penampilan oleh band lokal yang juga turut dilombakan. Pihak penyelenggara juga menyediakan wadah untuk pemeriksaan kesehatan secara gratis.
Perwakilan Panitia Penyelenggara PAMFIR, Nugi Fadillah Putra menyebut, jika kegiatan ini, bukan sekadar acara tahunan; melainkan bukti nyata bahwa semangat kebersamaan dan kreativitas anak muda di Berau tidak pernah padam.
“Tahun ini, kita berkumpul bukan hanya untuk menonton pertunjukan, tapi untuk merayakan identitas dan mempererat tali silaturahmi. Mulai dari kegiatan sosial yang bermanfaat bagi warga hingga panggung hiburan yang menampilkan talenta-talenta terbaik,” ujarnya.
Dirinya mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi menyukseskan kegiatan tahunan itu. Kata Nugi, tanpa sinergi dari para donatur, kemeriahan acara itu tidak akan mungkin terwujud.
“Terima kasih telah mendukung kreativitas lokal dan pertumbuhan komunitas di Berau. Bersama kita memajukan seni dan budaya, kita buktikan bahwa kreativitas anak muda tidak ada matinya,” tandasnya.
Melihat penyelenggaraan dari tahun ke tahun, Sri Kumalasari yang merupakan anggota DPRD kelahiran setempat, mengaku bangga, jika PAMFIR tetap eksis meski mempunyai tantangan tersendiri dalam penyelenggaraannya.
Menurutnya, konsep yang dihadirkan sudah cukup bagus, hanya saja ada beberapa hal yang perlu menjadi catatan pihak penyelanggara agar acara tersebut, bisa mengundang lebih banyak lagi audiens yang hadir ke Teluk Bayur.
“Saya lihat panitia sudah menyiapkan booth untuk UMKM ini sudah bagus, untuk pengemabangan ekonomi masyarakat, hanya saja promosinya yang harus ditingkatkan, agar penyelenggaraannya bisa lebih meriah,” pesannya.
Menurutnya, agenda yang sudah akrab di telingan masyarakat Berau itu, perlu mendapat sentuhan baru, agar tidak tenggelam tertelan zaman. Sebab di era modern seperti sekarang, penyelenggara perlu menyesuaikan dengan gairah yang sedang popular di masyarakat.
“Kalau sekarang lagi tren lomba e-sport bisa dihadirkan lomba tersebut, atau undang komunitas-komunitas yang ada di Berau, ajak kolaborasi, saya juga berharap agar kegiatan seperti ini mendapat suntikan dana yang baik pula oleh Pemerintah, sebab ini juga masuk dalam kegiatan kepariwisataan dan pemuda,” harap politisi Golkar itu. (*tim/ADV)
