detikberau.com, Tanjung Redeb – Kabupaten Berau berhasil mencatatkan pencapaian dengan tren positif dalam program deteksi dini kanker serviks melalui metode HPV (Human Papillomavirus) DNA.
Dalam kurun waktu operasional yang tergolong singkat, program ini mampu menjaring ribuan partisipan dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan perkotaan hingga pelosok pesisir dan pedalaman Bumi Batiwakkal.
Keberhasilan ini menempatkan Kabupaten Berau pada posisi ke-empat dalam hal capaian pemeriksaan deteksi dini di tingkat regional. Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Tirta Medical Center sebagai penyedia jasa layanan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi virus HPV secara akurat.
Pengelola Cabang Tirta Medical Center Berau, Dianita Pratiwi, menjelaskan, bahwa predikat tersebut merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang sangat solid. Pihaknya menggandeng berbagai instansi pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan untuk menyukseskan agenda skrining massal ini.
“Alhamdulillah kami bekerja sama dengan dinas-dinas terkait, pihak pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan. Kami juga berkolaborasi dengan instansi lain seperti kepolisian dan Brimob untuk mengumpulkan masyarakat agar berpartisipasi dalam deteksi dini ini,” ujar Dianita Pratiwi.
Dianita menekankan bahwa penggunaan metode HPV DNA dipilih karena memberikan kenyamanan lebih bagi pasien dibandingkan metode uji secara umum. Pemeriksaan ini bersifat tidak invasif, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir atau takut akan rasa sakit saat menjalani prosedur medis tersebut.
“Deteksi dini dengan HPV DNA ini adalah satu-satunya pemeriksaan yang tidak invasif atau tidak sakit untuk bisa mendeteksi kanker. Jika dibandingkan dengan Pap smear yang metodenya mungkin kurang menyenangkan, pemeriksaan HPV ini jauh lebih mudah, praktis, dan hasilnya sangat akurat,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun selama masa pelaksanaan, tercatat sebanyak 6 ribu wanita di Kabupaten Berau, telah mengikuti pemeriksaan ini. Angka tersebut setara dengan hampir 10 persen dari total populasi wanita usia produktif di Berau yang diperkirakan mencapai 70 ribu jiwa.
Pencapaian 6 ribu peserta ini diraih hanya dalam waktu 14 hari kerja. Dianita mengakui, bahwa tantangan terbesar adalah waktu yang terbatas, namun tim di lapangan bergerak cepat melakukan roadshow ke seluruh kecamatan, mulai dari Kecamatan Kelay hingga wilayah pesisir seperti Biduk-biduk dan Pulau Derawan.
“Sebenarnya itu sudah kami usahakan paling maksimal. Kami melakukan roadshow ke seluruh kecamatan dan puskesmas, memanfaatkan fasilitas yang ada seperti pendopo kampung dan balai pertemuan. Dalam waktu dua minggu, cakupan 10 persen itu sudah sangat luar biasa,” tambahnya.

Peran Pemerintah Daerah untuk Cegah Kasus Kanker Serviks
Sebagai tindak lanjut dari program ini, seluruh hasil pemeriksaan akan dikoordinasikan secara intensif dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau dan seluruh Puskesmas setempat.
Hal ini bertujuan agar para wanita yang terdeteksi memiliki risiko tinggi dapat segera mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat sasaran.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas yang menerima plakat penghargaan dari tim tenaga Kesehatan Tirta Medical Center, Sabtu (14/3/2026) di Rumah Jabatannya, Jalan Milono, Tanjung Redeb mengapresiasi perjuangan para nakes yang telah mengorbankan waktu dan tenaganya hanya untuk membuka layanan deteksi dini kanker bagi wanita usia produktif.
Menurutnya, skrining HPV DNA tersebut secara umum telah tersedia gratis di sejumlah layanan kesehatan. Karena merupakan program yang dianjurkan langsung dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia secara gratis.
“Saya atasnama pemerintah daerah mengapresiasi terlaksananya program ini, kalau hari ini kita ada di posisi ke empat, kita upayakan di periode berikutnya jumlah peminatnya bertambah sehingga daerah kita menjadi yang paling tertib dalam pelaksanaan program ini,” jelasnya.
Dari kacamata Sri, kanker leher rahim adalah penyakit yang sangat berbahaya apabila tidak ditangani sedini mungkin. Sehingga, deteksi dini merupakan solusi untuk mencegah agar jumlah kasus tidak terlampau banyak.
Kesadaran masyarakat khususnya dari kalangan wanita usia 30 hingga 65 tahun yang tergolong rentan terdampak, kata dia sudah cukup tinggi, terbukti dalam rentan waktu yang singkat, jumlah peminat program di sejumlah titik mencapai ribuan orang.
“Angka ini sangat luar biasa, saya berharap melalui Dinas Kesehatan bisa menginstruksikan pula kepada semua puskesmas, pustu yang ada untuk melaporkan secara berkala kemajuan dari program ini, kita ingin masyarakat Kabupaten Berau terhindar dari penyakit-penyakit yang berbahaya,” tegasnya. (inm/*tim)
