detikberau.com, Tanjung Redeb – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) menjadi pekerjaan rumah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) di Kabupaten Berau, tujuannya, mengetahui seberapa meningkatnya tren minat baca oleh masyarakat.

Inovasi berbagai kegiatan diakui perlu ditingkatkan, seperti halnya, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini, diakui Kepala Dispusip, Yudha Budi Sentosa menjadi andalan di daerah.

Sebab kegunaannya, tak hanya menjadikan perpustakaan sebagai wadah meningkatkan minat baca, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Sehingga, penguatan fasilitas tak hanya bertumpu di perpustakaan daerah, namun juga di tingkat kampung dan sekolah-sekolah.

“Hal ini dilakukan guna memastikan standar pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat luas,” katanya.

Perpustkaan dengan peran ganda itu, menurut Yudha berlatarbelakang dari luasnya wilayah geografis di Bumi Batiwakkal. Mencakup 13 kecamatan, 100 kampung, dan 10 kelurahan, sehingga akses fisik ke perpustakaan pusat merupakan tantangan terberat.

Meskipun telah memiliki layanan berbasis digital, jumlahnya pun masih terbatas dan tidak semua wilayah mempunyai akses yang mudah, terutama di daerah rawan blank spot.

Dengan perpustakaan yang terakreditasi di setiap kampung, Yudha berharap masyarakat dapat mengakses layanan literasi yang memadai tanpa harus menempuh jarak jauh.

“Oleh karena itu, pembinaan perpustakaan kampung dan sekolah menjadi kunci utama, untuk mendongkrak tingkat kegemaran membaca dan indeks literasi masyarakat secara keseluruhan di tahun ini” tambahnya.

Sebelumnya, tren dengan program transformasi perpustakaan terbaik di tingkat provinsi maupun nasional kerap ditorehkan oleh perpustakaan di daerah ini. Tantangan terberat yang dihadapi mempertahankan predikat itu, adalah intensitas kegiatan lapangan yang sempat mengalami penurunan. (*tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *