detikberau.com, Sambaliung – Tiga puskesmas pembantu (pustu) di Kampung Suaran, Long Lanuk hingga Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung menjadi pertimbangan Dinas Kesehatan Kabupaten Berau untuk dilakukan pembenahan.
Ketiga pustu yang berada di kampung tersebut, dilaporkan mengalami gangguan pelayanan, paling mendesak adalah kondisi bangunan yang sudah usang serta ketidakstabilan jaringan listrik.
“Kami melihat ada tiga kampung yang mengusulkan fokusnya terkait sarpras. Terkait kebutuhan yang menjadi fokus masyarakat, ini sudah kami koordinasikan dan Insha Allah tahun ini bisa berjalan,” ujar Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie, Senin (16/2/2026).
Khusus listrik byarpet (mati-nyala berulang), laporan yang diterima Dinkes dari pihak Kampung Suaran mengakibatkan, sejumlah perangkat elektronik canggih yang menjadi tulang punggung diagnosis pasien tidak dapat dioperasikan secara maksimal oleh tenaga medis setempat.
Alkes yang sejauh ini dilaporkan mengalami kerusakan; perangkat laboratorium dan mesin rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG), dimana kedua perangkat itu, sangat sensitif terhadap perubahan daya. Bahkan, satu unit lemari pendingin khusus vaksin yang mengalami kerusakan fatal akibat korsleting listrik
Lemari pendingin vaksin itu pun, dianggap sangat berisiko terhadap stok vaksin yang harus disimpan dalam suhu stabil demi menjaga efektivitasnya dalam melindungi warga dari berbagai penyakit menular.
Lanjut Lamlay, terkait dua kampung lainnya, hal yang paling krusial adalah kondisi yang bangunan yang dianggap warga sudah tidak layak huni. Minimnya ruang perawatan dan fasilitas penunjang membuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat di dua desa tadi menjadi kurang optimal.
“Pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) memang menjadi kebutuhan mendesak di tiga titik kampung tersebut,” imbuhnya.
Ia mengklaim jika, terkait pembangunan fasilitas di Kampung Suaran sejatinya merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya. Ia menekankan, akan mengawal agar realisasi fisik pembangunan itu bisa dikabulkan tahun ini.
Begitupun, Pustu Tanjung Prangat, yang diakui, jika bangunan tersebut sudah sangat tua. Sebab terakhir mendapat sentuhan renovasi 2008 silam.
“Kami upayakan perencanaannya akan kami kawal melalui APBD Perubahan agar perbaikan gedung bisa segera dimulai tahun ini,” jelasnya lebih lanjut.
Ditengah berbagai keterbatasan sapras itu, Dinkes Berau memastikan koordinasi lintas sektor akan diperkuat demi menjamin pemerataan kualitas kesehatan.
“Nanti akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan puskesmas terkait agar pelayanan medis tetap berjalan baik dan aman bagi pasien,” tandasnya. (inm/*tim)
