detikberau.com, Makassar – Badan Pengurus Harian (BPH) Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Berau (KPMKB) Cabang Makassar Periode 2025–2026 dikukuhkan, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026).
Pelantikan ini, menjadi momentum dalam proses regenerasi organisasi mahasiswa daerah di perantauan. Tak hanya sekadar seremonial, pelantikan ini dimaknai sebagai penegasan terhadap tanggung jawab intelektual dan moral pengurus.
Terutama dalam hal menjaga keberlanjutan organisasi, arah gerak, serta kesesuaian visi misi di tengah dinamika sosial dan kebijakan daerah.
Turut hadir dalam agenda, Asisten III Setkab Berau, Maulidiyah selaku perwakilan pemerintahan. Dalam sambutannya, ia menyinggung persoalan cukup genting, terkait kevakuman Pengurus Besar (PB) KPMKB yang telah berlangsung cukup lama.
Pernyataan tersebut, menjadi catatan kritis sekaligus penggerak bersama bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya dituntut aktif di tingkat cabang, tetapi juga harus memiliki pusat yang berfungsi sebagai simpul koordinasi, arah perjuangan, dan representasi kolektif mahasiswa Berau secara nasional.
Isu kevakuman PB KPMKB bukan sekadar persoalan struktural, melainkan menyangkut kontinuitas gagasan, konsolidasi gerakan, serta posisi tawar organisasi dalam menyikapi isu-isu strategis daerah.
Dalam konteks ini, organisasi mahasiswa diuji untuk mampu melampaui rutinitas administratif dan melakukan pembenahan secara serius dan berkelanjutan agar tetap relevan dan bermakna.
Ketua Umum KPMKB Cabang Makassar terlantik, Nurul Dafril yang menanggapi pernyataan itu, menyebut, akan komitmennya dalam mengawal kembali terbentuknya Pengurus Besar (PB) KPMKB.
Pernyataan ini sekaligus sinyal, bahwa kepengurusan ke depan tidak hanya berorientasi pada kerja internal cabang, tetapi juga memiliki kesadaran struktural serta visi jangka panjang dalam membangun kembali pusat sebagai poros gerakan bersama.
Dengan dilantiknya BPH KPMKB Cabang Makassar Periode 2025–2026, diharapkan organisasi mampu menjadi ruang untuk tukar gagasan menyelesaikan suatu persoalan secara kritis, penuh kesadaran kolektif, serta keberanian dalam merespons persoalan mahasiswa dan daerah.
Tantangan ke depan menuntut pengurus untuk bekerja berbasis kajian, data, dan sikap kritis agar organisasi tidak kehilangan arah dan makna.
Pelantikan ini menjadi titik awal untuk memperkuat konsolidasi internal, menjaga marwah organisasi, serta mendorong penguatan kembali Pengurus Besar sebagai simbol persatuan dan arah gerak KPMKB secara menyeluruh.
