detikberau.com, Tanjung Redeb – Peningkatan jalan poros penghubung antara Kecamatan Segah dan Kelay masuk daftar pembangunan tahun 2026 oleh Dinas Pekerjaan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).
Proyek tersebut guna memastikan, infrastruktur jalan di wilayah pedalaman semakin mudah diakses oleh masyarakat. Bahkan, status lahan budidaya kehutanan yang sempat menjadi penghalang dinas untuk menuntaskan pengerjaan jalan di kawasan itu, tahun ini, dipastikan sudah beres.
Itu setelah, pemda melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat yang membuahkan hasil. Sehingga proyek fisik dapat dilaksanakan tanpa hambatan regulasi kehutanan.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan, Junaidi, menjelaskan, bahwa pengerjaan di wilayah Segah akan dilakukan secara masif. Penanganan ini mencakup area yang berstatus Kawasan Budidaya Non-Kehutanan (KBNK) maupun Area Penggunaan Lain (APL).
“Di wilayah Segah, tahun ini kan kami mau lakukan peningkatan jalan poros, lumayan. Insha Allah sudah kami pastikan akan ditangani, ini sudah yang KBNK, yang APL. Kemudian lanjutan ke pedalaman itu juga akan kami lanjutkan, itu Insha Allah juga sudah pasti lokasinya di KBNK,” ungkap Junaidi.
Dasar hukum yang kuat, melalui Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Perhubungan, membuat pihaknya tak lagi risau akan bersinggungan dengan status kawasan yang sejatinya dilarang untuk digarap apalagi menjadi pengerjaan proyek.
Melalui SK tersebut, kata Junaidi, menjadi “lampu hijau” bagi daerah untuk mulai membangun.
“Karena sudah ada keluar SK Menhub tahun 2024 lalu. Jadi untuk jalan itu sudah dilepas statusnya, walaupun dilepas hanya 13 meter. Tapi kami optimalkan untuk bisa memperbaiki jalannya, termasuk jembatannya juga. Sudah kami mulai tahun kemarin, diupayakan akan dilanjutkan lagi tahun ini,” tambahnya.
Sementara, untuk titik krusial di kampung pedalaman, akan menyasar jalur menuju wilayah KM 50 Panaan hingga ke arah Merabu dan Merapun di Kecamatan Kelay, juga masuk dalam skema peningkatan tahun anggaran ini.
“Kita juga sudah lakukan cek lebih lanjut, itu lokasinya di KBNK,” tegasnya.
Peningkatan aksesibilitas ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal, mengingat kedua kecamatan tersebut, merupakan sentra pertanian dan perkebunan yang sangat produktif.
Tak hanya itu, peningkatan jalan ini pun diprediksi akan mempermudah transportasi orang, serta menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi beban bagi warga pedalaman.
Dengan akses yang mantap, potensi pariwisata di Merabu dan produktivitas perkebunan di Segah diharapkan dapat berkembang jauh lebih pesat dari sebelumnya. (inm/*tim)
