detikberau.com, Pulau Derawan – Lonjakan sampah di destinasi wisata Pulau Derawan menjadi tantangan bagi berbagai pihak. Tercatat, saat musim liburan, sampah yang dihasilkan terutama dari kegiatan wisata mencapai 46.1 ton per-hari.

Sampah itu didominasi berasal dari sektor non-rumah tangga, termasuk hotel dan penginapan. Kondisi ini pula, serupa dengan catatan serius oleh Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL).

Tahun 2022, sampah plastik yang hanyut ke laut ditafsir mencapai 398 ribu ton. Situasi itu, membawa dampak buruk terhadap keseimbangan ekosistem laut, sebab satwa laut sering kali salah mengira plastik sebagai makanan, yang berujung pada kematian.

Latarbelakang itu, yang kemudian membuat Lembaga konservasi, World Wide Fund for Nature (WWF) berinisiatif untuk membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Pulau Derawan yang diberi nama “RUPIAH” atau Rumah Pilah Sampah dalam pengembangannya bekerjasama dengan Pemkab Berau.

Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, Candhika Yusuf, menjelaskan bahwa inisiatif ini, merupakan hasil kolaborasi internasional dengan berbagai mitra korporasi.

Kolaborasi ini melibatkan WWF-Netherlands, Epson South East Asia, hingga Hilton Global Foundation demi menekan dampak wisata terhadap pelestarian satwa laut.

“RUPIAH ini sekiranya dapat menjadi contoh, tempat belajar, bertukar pengalaman, serta inspirasi bagi daerah lain dan juga di tingkat regional untuk pengelolaan sampah di pulau-pulau kecil,” ungkapnya.

Secara teknis, TPS3R RUPIAH hanya menerima sampah anorganik; seperti botol plastik, kaleng, dan pembungkus makanan untuk dipilah secara detail sebelum dijual ke pasar di luar pulau.

Sementara itu, terkait pengelolaan sampah organik sejauh ini diimbau secara mandiri oleh warga dan pelaku usaha guna menghindari penumpukan di lokasi fasilitas.

Berbagai pekerjaan rumah masih dihadapi, seperti halnya, keterbatasan lahan, kendala listrik mesin pres sampah, serta biaya pengiriman antarpulau.

“Sinergi lintas sektor tetap menjadi kunci utama. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, masa depan Pulau Derawan diharapkan tetap bersih, indah, dan lestari bagi generasi mendatang,” tambah Chandika.

Ulasan Singkat Inovasi TP3SR RUPIAH

Pembangunan fasilitas ini telah dimulai sejak September 2025 dan kini telah dilengkapi dengan kantor operasional, gudang penyimpanan, serta berbagai peralatan penunjang yang siap digunakan.

“RUPIAH” bukan sekadar tempat pengolahan, melainkan media edukasi untuk menumbuhkan kesadaran dan kebanggaan masyarakat terhadap keberlanjutan pariwisata.

Program ini selaras dengan target pemerintah melalui program Laut Sehat Bebas Sampah (SEBASAH) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang bertujuan mengurangi 70% sampah plastik di laut.

Operasional fasilitas ini dikelola oleh 10 anggota tim yang telah dibekali pelatihan khusus, mulai dari teknik pemilahan yang benar hingga prosedur keselamatan kerja.

Tim pengelola TP3SR RUPIAH (dokumentasi oleh WWF)

Tim ini memiliki struktur yang jelas, mulai dari ketua hingga koordinator bidang pengangkutan dan pengepakan, guna memastikan alur kerja berjalan dengan profesional.

Ketua Tim Pengelola TPS3R, Heryuni, mengungkapkan rasa optimisnya terhadap keberadaan fasilitas baru tersebut. Menurutnya, keberadaan fasilitas itu bisa menjadi solusi dalam mengurangi masalah sampah di destinasi wisata unggulan Berau tersebut.

“Selama ini sampah sering jadi masalah, apalagi di musim ramai wisatawan. Dengan adanya fasilitas ini, kami siap mulai mengelola sampah dengan dukungan masyarakat agar Pulau Derawan tetap bersih,” ujarnya.

Selain tim operasional, terdapat pula 10 local champion dari tiap RT yang berperan sebagai teladan bagi warga dalam memilah sampah organik dan anorganik dari sumbernya. Mereka bertugas mengajak masyarakat untuk peduli pada kebersihan lingkungan secara menyeluruh, agar sampah tidak langsung menumpuk di tempat pembuangan.

Pandangan Pemda Berau dan Pemerintah Kampung Pulau Derawan

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang turut hadir dalam pengoperasian lanjutan TP3SR, Rabu (11/2/2026) menyampaikan, apresiasi mendalam kepada seluruh mitra yang terlibat dalam pembangunan fasilitas krusial ini.

TPS3R RUPIAH dikatakannya, perlu menjadi mengingat kesadaran masyarakat, sekaligus memberi nilai ekonomi tambahan bagi warga Derawan melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Fasilitas ini langkah penting untuk mengatasi permasalahan sampah yang mengganggu kebersihan pulau kecil seperti Derawan. Semoga dengan adanya TPS3R ini juga akan bernilai ekonomi dan menjadi rezeki untuk masyarakat, serta menjadi contoh untuk diterapkan di wilayah lainnya,” katanya.

Terpisah, Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, turut menyambut kehadiran fasilitas ini dengan penuh semangat setelah proses pembangunan rampung.

“Pembangunan TPS3R sudah selesai dan akan kita diresmikan dan segera dioperasikan. Kami bangga terhadap masyarakat dan para pihak yang telah terlibat langsung dalam pembangunan dan pengelolaan TPS3R ini ke depannya,” tegasnya. (inm/*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *