detikberau.com, Tanjung Redeb –

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali memperkuat upaya menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui Pembukaan dan Pencanangan Pemberian Vitamin A dan Obat Cacing pada Bayi dan Balita.

Untuk pelaksanaan tingkat kabupaten dipusatkan di Posyandu Melati, Jalan Durian III RT 16, Gunung Panjang, Tanjung Redeb, Senin (10/8/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut program Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan setiap Februari dan Agustus dengan sasaran anak usia 6-59 bulan.

Ia menyebut, capaian pemberian vitamin A pada Februari lalu baru mencapai 46,57 persen atau masih dalam kategori rendah.

Karena itu, diperlukan upaya terpadu untuk meningkatkan cakupan pemberian vitamin A pada pelaksanaan Agustus.

“Pada pelaksanaan Agustus ini, terdapat 10 Posyandu yang menggelar secara serentak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah wilayah, yakni Kampung Bugis, Gunung Tabur, Teluk Bayur, Labanan, Sambaliung, Merancang, Tubaan, Talisayan, Tanjung Batu, dan Batu Putih.

Selain Posyandu, layanan pemberian vitamin A dan obat cacing juga dapat diperoleh di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, unggul, produktif, berakhlak, dan berbudaya.

Menurutnya, masa balita merupakan periode penting dalam pertumbuhan anak sehingga pemenuhan gizi perlu menjadi perhatian bersama.

Vitamin A, kata dia, tidak hanya penting bagi kesehatan mata, tetapi juga membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung pertumbuhan anak.

“Di balik satu kapsul yang diberikan kepada seorang anak, terdapat ikhtiar kita untuk menjaga penglihatan, meningkatkan daya tahan tubuh, mendukung pertumbuhan dan memberikan fondasi kesehatan yang lebih baik bagi generasi penerus kita,” ujarnya.

Sri mengajak orang tua aktif membawa bayi dan balita ke Posyandu untuk mendapatkan vitamin A sekaligus memantau pertumbuhan, perkembangan, imunisasi, dan kebutuhan gizi anak.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam menjaga kesehatan anak. Menurutnya, tanggung jawab tersebut bukan hanya berada di tangan ibu, melainkan menjadi tugas bersama kedua orang tua.

“Urusan kesehatan dan tumbuh kembang anak bukan hanya tugas ibu. Ayah dan ibu harus bersama-sama memastikan anak tumbuh sehat dan cukup gizi,” tegasnya. (*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *