detikberau.com, Tanjung Redeb – Pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan kembali menjadi sorotan. Meski telah masuk dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) dengan target pembangunan rel sepanjang 2.772 kilometer hingga 2045, proyek ini hingga kini belum juga terealisasi.
Sebab proyek tersebut membutuhkan kajian lebih lanjut, terutama terkait kewenangan pemerintah daerah serta skema pembiayaan yang memungkinkan untuk direalisasikan. Karena pembangunan jalur kereta api merupakan proyek berskala besar yang tidak mudah dibiayai melalui kemampuan anggaran daerah.
Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mendukung rencana tersebut karena dinilai dapat memperkuat konektivitas, logistik, dan perekonomian daerah.
“Karena itu, pemerintah daerah berharap proyek tersebut dapat ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pendanaannya dapat ditanggung pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” jelasnya.
Diharapkannya, apabila pembangunan jalur kereta api Kalimantan masuk dalam daftar PSN, maka proses perencanaan hingga pembiayaannya dapat dilakukan secara terpusat sehingga tidak membebani kemampuan keuangan pemerintah kabupaten.
Namun, ia menegaskan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah perbaikan jalan nasional melalui dukungan APBN. Selama Trans Kalimantan masih sebatas rencana, pembenahan infrastruktur jalan dinilai menjadi solusi yang paling realistis.
“Kondisi jalan yang baik masih menjadi kebutuhan utama untuk mendukung aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta pelayanan kepada masyarakat. kami berharap jalan nasional juga dibenahi, karena saat ini kita juga berbagi jalan, dengan aktivitas industri maupun lainnya,” katanya.
Isu Trans Kalimantan ini kembali mencuat usai Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mulai menyiapkan pembangunan Kereta Api Trans Kalimantan. Itu disampaikan Prabowo ketika meresmikan renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026) lalu.
Dalam kesempatan itu, Presiden meminta PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan tidak hanya fokus menyelesaikan proyek Trans Sumatra Railway, tetapi juga mulai menyiapkan jaringan kereta api lintas Kalimantan.
“Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai,” ujar Prabowo.
