detikberau.com, Tanjung Redeb – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) merupakan ujung tombak dalam mengakomodir pendapatan asli kampung sebagai pemanfaatan yang berfungsi untuk pembangunan di berbagai sektor. Agar jasa yang mengelola lebih profesional, maka perlu dilakukan pendekatan secara akademisi.

Hal tersebut, yang menjadi latar belakang tercetusnya kerjasama antara Universitas Muhammadiyah Berau dengan Pemerintah melalui Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Kampung (DMPK) melalui seminar penguatan SDM BUMK, Kamis (16/7/2026).

Rektor UM Berau, Muhammad Bayu menyampaikan, kolaborasi ini sejalan dengan peran kampus dalam mendidik mahasiswa untuk ikut serta memahami iklim sosial di setiap kampung melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Sebagai civitas akademik kami berkomitmen untuk mengawal program yang ada di kampung demi terciptanya ruang ekonomi bagi masyarakat lokal,” katanya.

Melalui pandangannya sebagai akademisi, Bayu menilai jika peran BUMK cukup krusial sebagai tonggak untuk melaksanakan setiap program yang ada di luar daripada bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah kabupaten hingga provinsi dan Kementerian.

“Oleh karena itu, pihak yang mengelola maupun aparatur kampungnya juga harus memahami dengan baik, apakah sektor yang dijadikan pemasukan dapat berkembang atau malah justru sebaliknya. Maka perlu adanya kajian, peran akademisi hadir disini,” tambahnya.

Melihat komitmen bersama itu, mendapat respon Sekretaris Daerah, Muhammad Said. Dirinya menyampaikan, jika berbagai bentuk pelatihan sudah kerap kali dilaksanakan oleh pemerintah untuk memberi pemahaman dalam mengelola BUMK.

Dengan memberdayakan akademisi yang ada di daerah dianggapnya dapat menekan pengeluaran dibanding harus mengundang pihak dari luar daerah.

“Melalui pemaparan yang diberikan oleh sejumlah narasumber, para perangkat kampung diharapkan peka untuk menggali potensi yang ada di lingkungan kampungnya masing-masing,” pesannya. (*tim/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *