deitkberau.com, Tanjung Redeb – Bupati Berau, Sri Juniarsih bertindak sebagai inspektur upaca di puncak peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Mapolres Berau, Rabu (1/7/2026) pagi.
Momentum peringatan yang digelar setiap tahun tersebut disebut sebagai refleksi berdirinya institusi Polri dalam pengabian ke masyarakat. Itu juga sejalan dengan tema yang diususng pada 2026 kali ini.
Yakni, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”. Semboyan ini sering disingkat menjadi “Polri untuk Masyarakat”.
“Tentu dengan usia yang semakin dewasa, Polri untuk masyarakat betul-betul dirasakan kinerjanya sesuai dengan kiprahnya selama ini,” ujarnya.
Dimomentum ini, juga Polres Berau melalui Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) memamerkan, 10 kilogram barang bukti sabu-sabu yang diungkap dalam jangka waktu 6 bulan.
Puluhan barang bukti tersebut dihadirkan untuk dimusnahkan. Sebab telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Pengungkapan tersebut, menurut Sri Juniarsih sebagai kerja nyata yang diperlihatkan dalam menjaga dan mendeteksi peredaran narkotika.
“Berau merupakan daerah perbatasan, sehingga memang patut kita akui bersama sangat rawan terjadinya perlintasan narkoba,” ungkapnya.
Antara pemerintah daerah bersama kepolisian sebagai mitra terdepan dalam mendeteksi jaringan narkoba, sangat penting untuk menjaga keberlangsungan masa depan sumber daya manusia (SDM) yang ada.
Bagi bupati, ketika peredaran terjadi dengan marak hingga merambah ke kalangan pemuda, efek samping dari penyalahgunaan “garam cina” itu dikhawatirkan menimbulkan efek negatif bagi pola pikir ke depannya.
“SDM kita perlu lahir dengan potensi yang baik, ketika itu dirusak dengan efek dari obat-obatan maupun narkotika jenis lainnya maka dampaknya bisa menyeluruh ke daerah,” pungkasnya.
Pengungkapan dalam jumlah besar tersebut, menurut Kapolres AKBP Ridho Tri Putranto bukan semata hanya prestasi yang didapat oleh pihaknya. Melainkan juga, sebagai alarm tanda bahaya bagi daerah.
Disebutkannya, belum genap setahun, jumlah peredaran sabu-sabu yang diungkap hampir mencapai 20 kilogram. Menjadikan Berau sebagai zona merah.
“Maka dari itu kita harus betul-betul meningkatkan dan mendeteksi dini peredaran itu melalui wilayah kita, dengan pengungkapan yang ada maka otomatis kita juga berhasil menyelamatkan ribuan jiwa dari peredaran narkotika,” tandasnya.
