detikberau.com, Sambaliung – Pemerintah Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung menginginkan adanya perluasan balai adat. Lantaran dianggap masih kurang representatif untuk menampung audiens dalam jumlah besar.

Usulan tersebut disampaikan sesaat pembukaan Festival Bekudung Betiung, belum lama ini.

Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan menyampaikan, kalau pembenahannya sejatinya telah dijanjikan oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas sejak 2023. Namun tak kunjung tertangani.

“Sampai sekarang itu belum terlaksana, begitu pula dengan pembenahan jalan kampung, itu yang menjadi usulan kami agar untuk mendukun infrastruktur yang bagus,” katanya.

Meski begitu dirinya memastikan, hal tersebut dipengaruhi karena banyaknya usulan prioritas termasuk sekarang dampaknya terhadap efisiensi anggaran. Hanya saja, apabila meliuhat dari porsi anggaran di 2023, Jamlan mengaku, di tahun segitu anggaran kabupaten masih cukup baik.

“Tahun segitu (2023) masih bagus anggaran, tapi belum juga turun, pas sudah masuk efisiensi 2026 ya memang agak kesulitan pemerintah,” ungkapnya.

Dirinya hanya bisa berpuas hati, dengan bantuan penimbunan di sekitar Balai Adat Kampung, agar lokasi yang ada tidak mudah tergenang banjir dan perbaikan dermaga perahu ketinting.

“Jadi memang yang belum berjalan tinggal pembenahan jalan kampung sepanjang 1 kilometer dan rehab balai adat, kita hanya bisa bersabar saja kalau memang kondisi anggaran saat ini terbatas karena dana kampung pun begitu,” tandasnya.

Senada akan hal itu pula, Wakil Bupati Berau, Gamalis menyampaikan, jika kondisi saat ini sangat terhimpit. Belum lagi porsi anggaran tahun depan yang kian menipis.

Mengharuskan pemda perlu mengutamakan sejumlah usulan yang dianggap sangat berdampak kepada hajat hidup orang banyak. Apalagi dirinya mengaku, porsi anggaran di 2027 belum bisa diprediksi.

“Kalau memungkinkan kita lakukan, tapi kalau tidak? Maka kita hanya bisa bersabar, karena hari ini kita belum bisa melakukan apa-apa, termasuk yang sifatnya pengembangan pariwisata,” kata Gamalis.

Hanya saja, terkait pengembangan pariwisata. Ia menilai, masih ada lini terkecil yang dapat dikembangkan untuk jangka pendek, seperti sektor ekonomi kreatif melalui Usaha Mikro Kecil Menengah serta berbagai inovasi lainnya.

“Makanya UMKM itu yang saat ini kita andalankan, agar pariwisata dari sektor ekonomi kreatif itu tetap bisa bergerak dengan sejumlah inovasi lainnya,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa menyampaikan, jika usulan tersebut tetap ditampung untuk menjadi kegiatan program pihaknya.

Menurutnya, ketika sempat untuk masuk ke dalam anggaran perubahanan maka akan diusulkan. Namun ketika tidak, maka akan dijadikan kegiatan tahun 2027 mendatang.

“Ini kan baru diusulkan (pelebaran balai adat), Insya Allah kita akan tampung. Tapi kebijakan ada di kewenangan kepala daerah dan legislatif, kita hanya mengusulkan saja terkait penambahan anggarannya,” jelasnya.

Yudha melihat, pembenahan itu dilakukan, maka perlu ada konsep yang disiapkan. Agar balai yang ada tetap menampilkan gaya dan ciri khas Tumbit Dayak.

“Nanti kita pelajari dulu, kalau memang itu menjadi usulan, maka dapat diajukan permohonan melalui proposal,” tandasnya. (*tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *